Misteri Tewasnya Diplomat Muda Indonesia di Jakarta Pusat

Seorang diplomat Indonesia ditemukan tewas di sebuah guest house di Jakarta, Selasa lalu. Diplomat bernama Arya Daru Pangayunan, ditemukan di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat, dalam kondisi menyedihkan.

Kepala dan wajahnya terbungkus pita lakban warna kuning, sehingga korban sulit bernafas. ‘’Kami sedang memeriksa sejumlah saksi,’’ tutur Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro kepada Harian Tribun Jakarta.

Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas oleh penjaga penginapan yang membuka paksa kamar korban. Hal itu dilakukan, setelah ia menerima telpon dari istri korban yang tidak dapat menghubungi Arya sejak beberapa hari sebelumnya. ‘’Setelah kamarnya dicek dan dibuka paksa, didapati korban tergeletak dengan kepala terbungkus lakban,’’ tutur penjaga penginapan.

Hingga berita ini ditulis, jasad korban dikirim ke Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta untuk diotopsi.

Di Departemen Luar Negeri RI, Arya Daru Pangayunan, bekerja sebagai diplomat fungsional muda di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia.

Lelaki warga Sleman berusia 39 tahun itu, menurut rencana, akan ditugaskan di Perwakilan RI di Finlandia Juli nanti. Arya, lulusan Universitas Gajah Mada Yogyakarta jurusan Hubungan Internasional itu, pernah bertugas di KBRI Buenos Aires, KBRI Dili, dan beberapa negara lain.

Arya juga sering menulis berbagai masalah yang dihadapi WNI di luar negeri. Satu di antaranya berjudul ‘’Pemulangan 7 Anak Pekerja Migran Indonesia Overstayer dari Taiwan’’.

Diam-diam ada dugaan yang menyebut Arya dihabisi sebuah komplotan karena ikut mengusut pemyelenggaraan judi online dan transaksi jual beli ginjal non resmi di Kamboja, yang melibatkan sejumlah warga Infonesia.

Selama ini, Arya, ayah dua anak bersama istrinya, tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Dikutip dari sejumlah harian Indonesia).

.

View Comments

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

4 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago