Categories: Uncategorized

Lebih dari 800 pendatang gelap malah diangkat jadi warganegara AS

Sebanyak 858 imigran gelap yang seharusnya dipulangkan, malah diangkat jadi warga AS, akibat kesalahan data di Departemen Keamanan Dalam Negeri, DHS.

Associated Press mengabarkan Senin (19/9/2016), hal itu diungkap Direktur Jenderal DHS yang menemukan sejumlah kejanggalan. Para imigran itu menggunakan nama, sidik jari dan tanggal kelahiran berbeda, sehingga lolos dari pemeriksaan. John Roth, Dirjen DHS menjelaskan, ‘’Para imigran itu berasal dari negara tetangga yang mengancam keamanan AS,’’ tutur John Roth tanpa menyebut negara yang dimaksud.

Selain itu, para pejabat DHS juga menemukan juga 953 imigran yang seharusya dideportasi, ternyata malah diberi kartu hijau, atau penduduk tetap AS. Para auditor tak dapat menjelaskan apakah data ratusan imigran itu tersimpan dalam pusat data DHS, karena tidak pernah diperbarui atau datanya sudah usang dan terhapus.

Sedikitnya tiga orang imigran menjadi warganegara AS dan dapat bekerja di pusat transportasi udara atau tempat sensitif lainnya. Bahkan ada pula di antara mereka yang memiliki akses ke kawasan peka dan rahasia. ‘’Kartu pegawai mereka diberikan beberapa tahun setelah mendapat kartu identitas resmi,’’ tutur John Roth. Satu imigran lain bahkan menjadi petugas keamanan atau polisi.

IL

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago