Categories: Uncategorized

Benjamin Holst, pengemis profesional asal Jerman diusir dari Kuta Bali

Benjamin Holst, seorang gelandangan yang menjadi pengemis di Bali diekstradisi pulang ke Jerman, negara asalnya. Laman worldofbuzz.com mengabarkan Rabu (28/9/2016), lelaki yang biasa mangkal di salah satu lampu lalu lintas di Kuta, Bali itu, ternyata menghabiskan hasil minta-mintanya di sebuah bar di Kuta. Dalam akun Facebooknya, Benjamin Holst tampak diapit dua perempuan malam.

‘’Pukul 10.00 pagi waktu setempat bule Jerman itu dideportasi kembali ke negaranya,’’ tutur Budi Sulaksana, Kepala Kanwil hukum dan HAM Jawa Timur. ‘’Dia menumpang pesawat Batik Air dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta, untuk selanjutnya terbang ke Jerman,’’ lanjut Budi Sulaksana.

Pihak Kedubes Jerman telah dikontak untuk membantu dana pemulangan warganya itu. Uang simpanannya dalam bentuk mata uang Baht, Thailand digunakan untuk membiayai tiket pesawat bagi Benjamin Holst.

Belum jelas apa kesalahan yang dilakukan warga Jerman itu, namun diduga kuat Benjamin Holst menyalah gunakan kebaikan penderma Indonesia dan asing di Kuta, Bali. Sambil menggelar kain warna gelap, Benjamin yang kaki kanannya membengkak, melakukan aksinya meminta sedekah. Dan aksinya berhasil, sehingga ia dapat berhura-hura di klub malam setempat.

Aksi mengemis telah dilakukan Benjamin Holst di negara lain. Pengemis profesional itu konon pernah beraksi di Malaysia dan Thailand sebelum ke Indonesia. Di negara Gajah Putih itu, Benjamin memasang gambarnya tengah bersanding dengan wanita penghibur di Pattaya, sebuah kawasan turisme seks yang kondang Thailand, di akun Faceboknya.

Benjamin yang diduga sudah kembali ke Jerman, ternyata ketahuan mampir di Denmark. Pengemis profesional itu memasang foto Copenhagen di waktu malam di Facebooknya. Tak jelas apakah dia juga beraksi jadi pengemis di kota yang mulai dingin di musim gugur ini.

IL

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago