Perayaan Imlek di Beijing (asiancorrespondent.com)
Pemerintah China meminta para pejabatnya untuk tidak membunyikan mercon dan kembang api merayakan Tahun Baru Imlek, mulai Jumat (27/1/2017). Australian Broadcasting Center melaporkan, permintaan itu diterapkan untuk mengurangi asap tebal yang sejak beberapa pekan menyelimuti Beijing dan kota-kota besar lainnya.
Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Daerah Beijing menyatakan, ‘’Para pejabat dan pegawai negeri harus memberi contoh untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api,’’ tulis pernyataan itu. ‘’Lindungi lingkungan dan tingkatkan kesadaran bertanggung jawab,’’ sambung imbauan itu.
Untuk itu, Pemda Beijing meminta pejabat agar proaktif untuk memberitahukan pada sanak keluarga dan kerabatnya agar tidak menyalakan petasan. ‘’Atau membatasi penyulutan kembang api dan meningkatkan kualitas udara untuk menciptakan langit Beijing berwarna biru kembali,’’ bunyi imbauan tersebut.
Sementara itu, Pemda Beijing hanya mengeluarkan izin penjualan petasan dan kembang pagi kepada 115 penjual utama, tahun lalu. Merosot cukup tajam dari 719 izin penjualan yang diterbitkan tahun 2016 lalu. Bahkan Provinsi Heinan melarang seluruh warganya bermain petasan. Dewan Kota Baoding, Hebei juga mengeluarkan ancaman akan menahan siapapun bermain mercon, setelah empat hari perayaan Imlek.
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…