100 imigran non-dokumen ditangkap ICE di Los Angeles

Sekitar 100 imigran tanpa dokumen ditahan dalam operasi penggrebekan ICE di Los Angeles, Kamis 9 Februari 2017. Kantor imigrasi setempat belum mengeluarkan daftar nama imigran yang ditangkap. ‘’Target kami adalah mereka yang mengancam keamanan komunitas setempat,’’ tutur Lori Haley, juru bicara ICE. ‘’Di antaranya anggota gang, penjahat seks, dan pengguna atau pengedar obat bius,’’ lanjutnya. ‘’Operasi ini tidak ada hubungannya dengan perintah eksekutif Presiden Trump,’’ tutur Lori Haley.

Namun Jorge-Mario Cabrera, direktur komunikasi Koalisi Hak-hak Imigran LA, CHIRLA, mengungkapkan bahwa di antara mereka yang ditangkap ada pula yang tidak tersangkut kriminal. ‘’Banyak di antaranya yang berada di dalam rumah,’’ tutur Jorge-Mario Cabrera. Menurutnya, operasi penggrebekan itu dilancarkan di sejumlah kawasan Los Angeles. ‘’Seperti Santa Paula, Oxnard, Van Nuys, Downey dan San Bernardino,’’ jelas Jorge. Menurut harian LA Times, 60 orang di antaranya adalah warga Mexico.

Beberapa organisasi pembela imigran setempat melakukan protes atas operasi ICE yang dianggap tidak manusiawi. ‘’Kami tahu operasi itu dilancarkan di kawasan lain di San Bernardino,’’ ujar Ameena Quazi, dari National Lawyers Guild LA. ‘’Banyak orang yang ditahan diambil paksa dari rumah-rumah mereka,’’ sambung Ameena. Sekitar 1 juta imigran tanpa dokumen hidup di Los Angeles dan Orange counties.

Sementara itu Rabu 8 Februari lalu, seorang ibu dua anak di Phoenix juga ditangkap. Ibu yang tiba di AS sejak berusia 14 tahun itu, dideportasi ke Mexico beberapa jam setelah petugas ICE berargumentasi dengan kelompok demonstran pembela imigran. (DP)

.

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

23 hours ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago