Trump kerahkan 100 ribu pasukan Garda Nasional sapu imigran non-dokumen

Pemerintahan Donald Trump berniat mengerahkan 100 ribu Garda Nasional AS untuk menyapu bersih para imigran tak berdokumen, termasuk jutaan imigran yang berdiam di perbatasan Mexico.

LA Times mengabarkan Jumat (17/2/2017), para staf di kantor Keamanan Dalam Negeri AS menjelaskan, usulan itu diedarkan lewat sebuah memo. Dalam memo 11 halaman bertanggal 10 Februari itu, disebutkan pasukan garda nasional akan dikerahkan dari Portland, Oregon sampai ke New Orleans, Louisiana.

 

Di samping itu ada empat negara bagian yang berbatasan dengan Mexico yang akan dijadikan sasaran penggrebekan: California, Arizona, New Mexico dan Texas. Selain itu, juga Oregon, Nevada, Utah, Colorado, Oklahoma, Arkansas dan Louisiana. Gubernur dari 11 negara bagian diminta memutuskan apakah ikut ambil bagian mengirim tentaranya untuk berpartisipasi dalam program yang dimaksudkan mendeportasi 11 juta imigran tak berdokumen.

Edaran itu juga menyebutkan Presiden Trump akan mengeluarkan perintah eksekutif untuk menambah 5 ribu petugas penjaga perbatasan, dan menunggu persetujuan parlemen. Upaya militerisasi itu, dilakukan secara proaktif, terutama memberikan wewenang bagi pasukan garda nasional untuk menjalankan tugas-tugas keimigrasian.

 

Namun hal itu dibantah oleh Sean Spicer, sekretaris pers Gedung putih. ‘’100 persen tidak benar. Itu berita keliru,’’ tutur Sean Spicer kepada serombongan wartawan di dalam pesawat kepresidenan, sebelum Presiden Trump berangkat ke South Carolina, untuk sebuah kunjungan ke pabrik Boeing.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago