AS kini punya peluru kendali paling mematikan di dunia

AS kini memiliki peluru kendali paling mematikan di dunia yang dapat diluncurkan dari sejumlah kapal selam yang tengah siap siaga di bawah laut.

Bulletin of Atomic Scientists mengungkapkan Jumat (10/3/2017), peluru kendali yang berasal dari Rudal Trident itu, memiliki keunggulan tak tertandingi. ‘’Setiap rudal yang ditembakkan akan meledak di saat yang tepat sehingga mampu meluluh lantakkan sasaran,’’ bunyi laporan buletin tersebut. ‘’Karena meledak tepat waktu, maka rudal itu memilik potensi tiga kali lipat menghancurkan sasaran,’’ lanjut laporan itu.

 

Rudal jenis baru nan canggih dinlai sangat penting bagi para penyusun strategi militer AS. Selama ini, mereka menggantungkan kapal selam untuk menyerang target lunak seperti basis-basis militer. Tapi kini, dengan rudal itu, militer AS mampu menyapu bersih bom nuklir Rusia yang dipendam di bawah tanah.

‘’Gara-gara memiliki rudal yang canggih itu, kapal-kapal selam AS melakukan patroli tiga kali lipat lebih banyak dari rudal yang dibutuhkan untuk menghancurkan seluruh basis militer peluncur nuklir Rusia,’’ tulis Hans M. Kristensen, Matthew McKinzie dan Theodore A. Postol, penulis di Bulletin of Atomic Scientists.

 

Apalagi, kini pasukan Beruang Merah masih belum mampu mendeteksi rudal yang akan menyerang Rusia dari luar angkasa, seperti AS. ‘’Militer dan pemimpin politik Moscow tidak memiliki memiliki radar yang mampu mendeteksi rudal,’’ tulis ketiga ilmuwan itu. ‘’Gabungan antara ketidak mampuan Rusia, dan meningkatnya kepiawaian AS melakukan serangan rudal, akan membuat situasi strategi nuklir makin berbahaya dan dapat menjadikan ketidak stabilan militer dunia,’’ lanjut tulisan itu.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 week ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

4 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago