ICE bakal gelar operasi di ‘Sanctuary City’ seperti NY dan Philadelphia

Satuan Petugas Imigrasi Amerika Serikat, ICE akan meningkatkan operasi penggrebekan pada sejumlah kota di AS yang menyebut sebagai ‘Sanctuary City’ atau kota aman bagi imigran non-dokumen.

CNN melaporkan Jumat (24/3/2-17), operasi tersebut dilakukan, untuk menekan para petugas keamanan agar bersedia bekerjasama dengan petugas federal. Selama ini sekitar 100 kota di AS – termasuk Philadelphia, New York, Los Angeles, Chicago – yang menolak menyerahkan data para imigran non-dokumen kepada petugas ICE.

 

Kata sebuah sumber, para pejabat tinggi ICE mendiskusikan operasi tersebut dalam pertemuan internal. Bahkan, mereka akan melakukan operasi itu di kota-kota New York, Los Angeles dan Chicago. Salah satu anggota organisasi pembela imigran yang menghadiri pertemuan itu menjelaskan, bahwa para pejabat ICE menekankan, ‘’Bila mereka tidak diberi akses masuk ke penjara imigrasi, maka satu-satunya jalan yang ditempuh adalah melakukan penggrebekan dalam skala besar, termasuk penangkapan di rumah-rumah dan tempat-tempat umum,’’ kata sumber tadi.

 

Meski begitu, pihak ICE membantah pihaknya akan melakukan operasi besar-besaran. ‘’Para petugas kami tidak melakukan operasi secara sembarangan kok. Mereka menangkap tersangka imigran non-dokumen berdasar info intelijen yang didapat sebelumnya,’’ kata petugas ICE kepada CNN. Petugas tersebut juga menyebutkan, sejauh ini terdaftar 200 lebih imigran non-dokumen yang terlibat kriminal, tapi dilepaskan dan tak ditahan oleh petugas keamanan ‘Sanctuary City’.

 

Sementara itu, para pejabat ‘Sanctuary City’ tetap bersikeras dengan komitmen mereka untuk melindungi para migran non-dokumen. Kota-kota seperti Los Angeles dan New York, malah menambah upayanya melakukan perlindungan bagi imigran tanpa dokumen di wilayahnya. Antara lain semakin giat memberi penyuluhan dan menyebar selebaran berisi langkah-langkah yang harus diambil bila kedatangan petugas ICE.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago