*FOTO EMBARGADA PARA USO EM INTERNET/OUT CAPA DIÁRIO DE SP* SÃO PAULO, SP - 08.05.2014: SEM-TETO-PROTESTO - Cerca de 100 integrantes do Movimento dos Trabalhadores Sem Terra (MST) ocuparam por 15 minutos o hall de entrada do escritório da construtora Odebrecht, na marginal Pinheiros, zona oeste da capital paulista. Eles se juntaram aos manifestantes do coletivo Resistência Urbana, que faz nesta quinta-feira três atos na capital paulista contra os gastos da Copa do Mundo. (Foto: Rivaldo Gomes/Folhapress)
Perusahaan konstruksi Odebrecht menjadi perusahaan terbesar di dunia, yang memberi uang sogokan kepada sejumlah presiden di empat benua dan melibatkan 12 negara. CNN melaporkan Rabu (5/4/2017), hal itu diungkap oleh Departemen Kehakiman AS yang memeriksa kasus penyuapan Odebrecht. Perusahaan bermarkas di Brazil memberi uang pelicin bernilai total $ 3,5 miliar.
Di antaranya memberikan hampir $ 800 juta kepada perorangan antara tahun 2001 hingga 2016. Mulai dari kontrak pembangunan untuk Olimpiade Rio tahun 2016 dan Kejuaraan Sepakbola Dunia FIFA 2014. Antara lain pembangunan jalan raya, jembatan, bendungan dan jalan bebas hambatan.
Para pejabat Odebrecht mengirim uang tunai ke sejumlah akun bank pemerintah asing. Di antaranya ke akun bank pejabat Mexico, Venezuela, Colombia, Argentina, Peru dan Mozambique. Terkadang, uang itu harus dikirim ke empat akun bank sebelum sampai ke akun bank para pejabat.
Buktinya, Maret lalu, Presiden Colombia Juan Manuel Santos mengaku menerima donasi dari Odebrecht. Sebagai imbalan, perusahaan Brazil itu menerima kontrak pembangunan dari Pemeritah Colombia. Presiden Peru, Alejandro Toledo juga dituduh menerima uang suap dari Odebrecht. Saat petugas menggrebek rumahnya di Peru, Toledo menghilang dan diduga melarikan diri ke AS.
Bekas Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva juga diancam hukuman penjara karena menerima uang untuk menyicil rumah peristirahatan miliknya. Lalu ada pula Ketua Parlemen Brazil, Eduardo Cunha, yang dijatuhi hukuman 15 tahun karena menerima suap dari perusahaan minyak Paribas, Odebrecht dan melakukan pencucian uang.
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…
On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…