Odebrecht Perusahaan Penyuap Terbesar Sejagat

Perusahaan konstruksi Odebrecht menjadi perusahaan terbesar di dunia, yang memberi uang sogokan kepada sejumlah presiden di empat benua dan melibatkan 12 negara. CNN melaporkan Rabu (5/4/2017), hal itu diungkap oleh Departemen Kehakiman AS yang memeriksa kasus penyuapan Odebrecht. Perusahaan bermarkas di Brazil memberi uang pelicin bernilai total $ 3,5 miliar.

 

Di antaranya memberikan hampir $ 800 juta kepada perorangan antara tahun 2001 hingga 2016. Mulai dari kontrak pembangunan untuk Olimpiade Rio tahun 2016 dan Kejuaraan Sepakbola Dunia FIFA 2014. Antara lain pembangunan jalan raya, jembatan, bendungan dan jalan bebas hambatan.

Para pejabat Odebrecht mengirim uang tunai ke sejumlah akun bank pemerintah asing. Di antaranya ke akun bank pejabat Mexico, Venezuela, Colombia, Argentina, Peru dan Mozambique. Terkadang, uang itu harus dikirim ke empat akun bank sebelum sampai ke akun bank para pejabat.

Buktinya, Maret lalu, Presiden Colombia Juan Manuel Santos mengaku menerima donasi dari Odebrecht. Sebagai imbalan, perusahaan Brazil itu menerima kontrak pembangunan dari Pemeritah Colombia. Presiden Peru, Alejandro Toledo juga dituduh menerima uang suap dari Odebrecht. Saat petugas menggrebek rumahnya di Peru, Toledo menghilang dan diduga melarikan diri ke AS.

Bekas Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva juga diancam hukuman penjara karena menerima uang untuk menyicil rumah peristirahatan miliknya. Lalu ada pula Ketua Parlemen Brazil, Eduardo Cunha, yang dijatuhi hukuman 15 tahun karena menerima suap dari perusahaan minyak Paribas, Odebrecht dan melakukan pencucian uang.

.

Recent Posts

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 days ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

7 days ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

2 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 weeks ago