Menteri Saudi Khalid al-Falih: OPEC Sepakat Kurangi Produksi Minyak Dunia

Menteri perminyakan Arab Saudi Khalid al-Falih mengungkapkan negara-negara anggota pengekspor minyak OPEC sepakat produksi minyak mereka masih dikurangi untuk mendongkrak harga minyak dunia.

 

Kantor berita Associated Press melaporkan Kamis (20/4/2017), Khalid al-Falih menjelaskan, kesepakatan itu telah disetujui. ‘’Namun belum dikomunikasikan kepada seluruh anggota OPEC, dan kami tekankan agar produksi dikurangi agar tujuan kita tercapai,’’ kata Khalid al-Falih dalam pidatonya dalam sebuah konperensi perminyakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Seperti diketahui, OPEC sepakat November 2016 lalu, untuk memangkas produksi minyaknya hingga 1,2 juta barel per hari, selama enam bulan ke depan. Langkah pemangkasan pertama kali yang dilakukan sejak tahun 2008. Desember lalu, belasan negara pengekspor minyak, termasuk Rusia juga meminta agar produksi minyak dikurangi lagi sebesar 558 ribu barel per hari. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia yang di bawah $ 30 per barel pada Januari 2016 lalu. Jauh merosot dari harga tahun 2014 yang pernah mencapai lebih dari $ 100 per barel.

 

Apalagi, Presiden Donald Trump bersikeras pengeboran minyak di AS lebih digalakkan lagi. Pengeboran minyak di beberapa tempat, mulai tumbuh kembali di AS. Sementara itu, Iran bergegas menghasilkan minyaknya sebanyak mungkin, guna menanggulangi krisis dalam negeri, akibat sanksi ekonomi bertahun-tahun yang dijatuhkan Barat, lantaran program senjata nuklirnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi UAE, Suhail al-Mazroui menjelaskan, negara-negara produser minyak sepakat melakukan pemotongan produksi lagi, ‘’Karena kami menginginkan agar pasar dunia berimbang,’’ katanya. ‘’Sebuah pengorbanan bakal sia-sia apabila pihak lain menangguk keuntungan 100 persen,’’ lanjutnya. Meski tak diungkap secara jelas, namun ada kemungkinan yang dimaksudkan itu adalah Iran.

.

Recent Posts

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

2 days ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

4 days ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

4 weeks ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

1 month ago

AAPI Adults Voice Growing Concern Over U.S. Political Climate

Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…

1 month ago

Tarik-Ulur Penetapan Status Bencana Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 916 orang meninggal dunia,…

1 month ago