Dewan Garda Iran, mendiskualifikasi Mahmoud Ahmadinejad, alam pencalonan pemilihan presiden Iran.
The Guardian mengabarkan, langkah diskualifikasi itu diumumkan Kamis (20/4/2017). Dengan demikian, hanya ada enam politikus yang ikut dalam pemilihan presiden yang rencananya digelar bulan depan. Termasuk, Hassan Rouhani, petahana beraliran moderat Iran. Sebaliknya sekitar 1.600 pendaftar calon presiden lainnya dinyatakan gugur, termasuk 137 pendaftar perempuan.
Pendukung Ahmadinejad bereaksi keras terhadap keputusan Dewan Garda yang dinilai berat sebelah. ‘’Diskualifikasi kandidat merupakan tindakan ilegal,’’ bunyi salah satu akun Twitter @sahartwit. ‘’Kami menentang diskualifikasi Dewan Garda yang kami anggap tidak semestinya dilakukan dewan pemilu,’’ sambungnya. ‘’Jika dianggap bertindak kriminal, kenapa Ahmadinejad tidak diadili dalam beberapa tahun ini,’’ tulisnya.
Sementara, Fatemeh Shams, penyair perempuan Iran menulis, selama 8 tahun Pemerintahan Ahmadinejad, banyak korban yang dipenjarakan, dikenai tahanan rumah bahkan melarikan diri ke luar negeri,’’ tulis Fatemeh Shams dalam akun Facebooknya. ‘’Terlalu banyak darah yang ditumpahkan,’’ sambungnya.
Dengan dicoretnya nama Ahmadinejad, pertarungan pemilu diperkirakan berlangsung ketat, antara Hassan Rouhani dengan Ebrahim Raisi, kolega terdekat Ayatollah Ali Khamenei dan Mohammad-Bagher Ghalibaf, walikota Teheran. Dua calon terakhir, berasal dari koalisi kelompok konservatif Angkatan Front Revolusi Iran Populer atau Jamna. Bisa dipastikan hanya satu calon yang maju ke babak final. Namun beredar kabar burung bahwa Raisi akan menggantikan Ali Khamenei, sehingga tinggal Ghalibaf yang maju menjadi kandidat presiden bertarung melawan petahana Hassan Rouhani.
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…