Lagu perjuangan dan lilin-lilin kecil iringi aksi solidaritas ratusan warga indonesia di new york city

Lebih dari tiga ratus warga Indonesia berkumpul sabtu  lalu di Herarld Square Park, New York City, Amerika Serikat untuk menyerukan dukungan mereka terhadap pluralisme. Udara musim semi yang cerah, sekitar 20 derajat Celcius, mendukung kelancaraan demo yang dipersiapkan hanya dalam hitungan hari itu.

Kelompok yang menamakan diri “Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika” datang bukan hanya dari wilayah New York City dan sekitarnya seperti Queens, Brooklyn, Flushing, tetapi juga Philadelphia, Boston, dan beberapa kota di negara bagian New Jersey dan Delaware.

Aksi dukung Ahok, New York (Foto-foto: Andreastar Reese)

Berpakaian merah putih sambil mengibarkan bendera, wajah-wajah mereka nampak antusias menyanyikan lagu-lagu perjuangan, diiringi padangan mata ratusan turis yang berada di lokasi  pertokoan ramai itu.

“Kami menuntut dihapuskannya Undang-Undang No.1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama dan pasal 156a dalam KUHP karena bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 28 tentang jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia,” tutur Irma Hidayana, salah satu penggagas ide aksi solidaritas ini.

Menurut Sari Safitri Mohan, aktivis pro demokrasi yang ikut mengorganisasi acara ini, pasal penodaan dan penistaan agama ini telah sering digunakan untuk kepentingan politik.

Sebelum Ahok  pasal 156a telah digunakan untuk memutus perkara Arswendo Atmowiloto, Lia Eden, Yusman Roy, dan beberapa individu lain yang berbeda keyakinan dengan mayoritas masyarakat di Indonesia.

Aksi dukung Ahok, New York (Foto-foto: Andreastar Reese)

”Dihukumnya Ahok dengan pasal penistaan agama ini jelas merupakan kemunduran demokrasi. Kita seharusnya mengacu pada UUD 1945 pasal 28E yang menjamin kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap yang sesuai hati nurani kita,” ujar Joko Tri, salah satu tokoh perwakilan masyarakat.

Musisi terkenal  James F Sundah yang sudah beberapa tahun terakhir ini bermukim di New York City, tak ketinggalan hadir dengan gitarnya untuk mengiringi aksi. Lagu Lilin-Lilin Kecil pun berkumandang  menambah semaraknya demo di kota yang terkenal dengan julukan “the City That Never Sleeps.” Di akhir aksi, Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika juga  mendesak pembebasan Ahok dari jeratan hukum yang menggunakan pasal yang dianggap opresif itu. Mereka juga mendesak agar pengadilan tidak tunduk pada tekanan massa dan menuntut perbaikan sistem peradilan sesuai dengan semangat nilai keadilan masyarakat.

Aksi dukung Ahok, New York (Foto-foto: Andreastar Reese)

Acara yang dilakukan bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2017, itu sempat dikuatirkan akan batal karena sulitnya mendapatkan ijin. Namun berkat kerja keras penyelenggara, acara berlangsung dengan lancar dan  aman.

“Kami ingin kita membangkitkan kembali nilai-nilai demokrasi, persatuan dan semangat cinta tanah air. Kita boleh berbeda suku, ras dan agama, tetapi rumah kita tetap satu, Indonesia,” tutup Imanuelly Jaya, salah satu penggagas acara. (Indah Nuritasari)

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

3 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

4 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago