China Kerahkan Kapal Nelayan Kuasai Laut China Selatan

Departemen pertahanan AS, Pentagon mengeluarkan laporan baru yang menyebutkan China mengerahkan kapal-kapal nelayan untuk menguasai sejumlah kawasan laut.

Business Insider mengabarkan Kamis (8/6/2017), kapal-kapal nelayan itu dioperasikan oleh Milisi Maritim China, CMM. Milisi bersenjata tersebut, beranggotakan pasukan para militer China untuk melakukan agresi militer di laut. Menurut laporan Pentagon, CMM melakukan aktivitasnya di kawasan laut yang menjadi sengketa. ‘’Dengan taktik paksaan, CMM menggunakan kapal-kapal nelayan untuk mengklaim wilayah lautnya,’’ bunyi laporan Pentagon itu.

 

Salah satu contohnya, ketika Badan Arbitrase Internasional menolak klaim China di Laut China Selatan. Menghadapi hal itu, Milisi Maritim China mengerahkan kapal-kapal nelayannya di kawasan sengketa. ‘’Jangan salah. Kapal-kapal nelayan sipil itu dioperasikan dan dikendalikan oleh rantai komando militer China,’’ kata Dr. Andrew Erickson, ahli kapal China di depan Komisi Angkatan Bersenjata Kongres AS.

Pada tahun 2009, CMM melakukan manuver berbahaya dekat Kapal Induk USNS Impeccable dan memaksa agar kapal AS itu melakukan tindakan darurat untuk menghindari tabrakan. Milisi Maritim China juga terlibat sabotase dua kapal hidrografi Vietnam. Pada 2015 CMM membayang-bayangi USS Lassen saat melakukan operasi navigasi. Bahkan tahun lalu, China mengirim 230 kapal nelayan, dibantu sejumlah Pasukan Penjaga Perbatasan China, CCG di Laut China Selatan, saat terjadi ketegangan antara China dan Jepang soal pemilikan Kepulauan Senkaku-Diaoyu.

Xing Jincheng, pemimpin Departemen Angkatan Bersenjata Hainan, menjelaskan bahwa milisi maritim China itu berperan sebagai tonggak penanda perbatasan wilayah China. ‘’Milisi maritim itu bertugas melakukan operasi kedaulatan China,’’ kata Xin Jincheng. ‘’Mereka mempertahankan wilayah China yang telah ada sejak zaman kuno,’’ lanjutnya. ‘’Bagi kami, laut yang tenang bukan jaminan menjaga ketenangan bagi kami. Karena itu, kami harus memperkuat kesiapan armada perang di laut,’’ katanya.

.

Recent Posts

Pilu Siswi Korban Rudapaksa di Banyumas, Sempat Dikeluarkan dari Sekolah

Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…

3 days ago

Bisnis Pernikahan Palsu di AS: Bayar $100 Ribu demi Green Card

Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…

4 days ago

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…

1 week ago

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

2 weeks ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 weeks ago