Categories: DiasporaPolitics

Ribuan Warga Irak di AS Batal Dideportasi

Hakim Federal Mark Goldsmith menyelamatkan sekitar 1.400 warga Irak yang hendak dideportasi Badan Imigrasi dan Pabean AS, ICE. NPR News mengabarkan Selasa (27/6/2017), Hakim Mark Goldsmith memutuskan untuk menunda pendeportasian itu selama dua pekan.

 

Ribuan warga Irak tersebut, pernah terlibat kasus kriminal di AS sejak beberapa puluh tahun lalu, dan mereka hidup di antara komunitas Irak di bawah pengawasan ICE. Setelah Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, mereka kemudian ditangkap kembali dan siap dideportasi ke Irak. Hal itu dimungkinkan, setelah Pemerintah Baghdad mengeluarkan dokumen untuk melakukan repatriasi ke Irak.

 

Dalam pertimbangannya, Hakim Goldsmith mengungkapkan ‘’Bila dideportasi, maka mereka jiwa mereka terancam di Irak,’’ katanya. Sebelumnya, Goldsmith juga membatalkan deportasi 100 warga Irak yang ditangkap 11 Juni 2017 lalu di Detroit, Michigan. Langkah penundaan oleh Goldsmith itu dibenarkan oleh Judy Rabinovitz, deputi direktur Proyek Hak Imigran, ACLU (American Civil Liberties Union). ‘’Pengadilan melakukan hal yang sepatutnya untuk menjamin setiap orang dilindungi dan diberi kesempatan lagi untuk memperbaiki hidupnya yang akan hancur bila dideportasi ke Irak,’’ kata Judy Rabinovitz.

Presiden Trump akhirnya membatalkan Irak sebagai salah satu dari enam negara yang termasuk dalam daftar cekal masuk ke AS. Tercatat 175 ribu warga Irak yang tinggal di Detroit, Michigan. Di antara mereka yang tinggal sejak sepuluh tahun lalu itu, termasuk para warga Irak beragama etnis Katolik Chaldean yang akan terancam dieksekusi bila kembali ke Irak.

SaveSave

.

Recent Posts

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 hours ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

1 week ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

2 weeks ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago