Seorang hakim perempuan bernama Hilary Green diberhentikan sementara waktu dari jabatannya karena terbukti melakukan beberapa tingkah laku tak senonoh di dalam gedung pengadilan Austin, Texas. The Washington Post mengabarkan Senin (10/7/2017), meski begitu, perempuan berusia 37 tahun itu, belum dikenai tuduhan kriminal, oleh Komisi Perilaku Judisial Texas. ‘’Dia memang terkenal di kawasan ini. Karena terlalu ramah, ia mengalami perlakuan buruk seperti ini,’’ tutur Chip Babcock, pengacaranya.
Kasus ini menjadi perbicangan di Texas, setelah Hilary Green ketahuan berselingkuh dengan seorang tersangka. Hilary mengirim teks menggoda pada Claude Barnes, bekas pacarnya, tahun lalu, termasuk berkencan di Crown Plaza Hotel. ‘’Awalnya kami duduk di lobi, lalu mengisap ganja, minum beberapa gelas dan bertempur bertiga di atas ranjang,” tutur Claude Barnes. Bahkan dalam beberapa kesempatan Hilary membawa ganja di rumah Barnes, penganggur yang disebut Hilary sebagai ‘Love Boy’ itu.
Dalam kesempatan itu, Hilary mengirim teks nakal kepada juru sita di pengadilan Austin, Texas. ‘’Kedengarannya seperti dalam fantasi deh,’’ tulis Hilary, sambil mengajak berdua-dua di sebuah tempat kencan. ‘’Kamu tahu, aku suka makan pisang kan?’’ sambungnya.
Kepada Komisi Judisial, Hilary mengaku mengirim teks itu dan mengungkapkan juru sita pengadilan itu adalah pacarnya yang memasok obat batuk yang dibayarnya sebesar $ 500. Meski membantah menyewa beberapa pelacur untuk berpesta seks, namun Hilary mengaku ngobat setiap malam. Kadang harus bertemu di sudut Kota Houston, mendapatkan narkoba.
Dalam waktu dekat, Komisi Judisial rencananya akan mencabut dan memberhentikan Hilary Green dari posisinya sebagai hakim Texas. Namun Chip Babcok, pengacaranya berupaya membela, bahwa kliennya itu mengalami depresi karena dicerai bekas suaminya, sehingga berlaku tak senonoh.
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…