Chips dalam tubuh mulai dipasang di AS

Sebuah perusahaan bernama Three Square Market merupakan perusahaan pertama di dunia yang menanamkan microchips kepada seluruh karyawannya. NBC News melaporkan Selasa (25/7/2017), meski karyawan tidak diwajibkan memasang microchips di jarinya, namun 50 orang di antaranya bersedia mengenakan chips mini pada 1 Agustus mendatang. Chips seukuran biji beras itu akan ditanamkan dengan jarum suntik ke bawah kulit antara ibu jari dan telunjuk.

Dengan demikian, hanya dengan melambaikan tangan,  para karyawan dapat melakukan apa saja. Antara lain membuka pintu kantor, login ke dalam komputer masing-masing, mengoperasikan mesin fotokopi atau membayar jajanan di mesin penjual otomatis. ‘’Inilah yang akan terjadi di masa depan,’’ tutur Todd Westby, CEO Three Square Market kepada NBC News.

Bekerjasama dengan Biohax International, perusahaan itu menanamkan chips mini itu ke tubuh manusia. Sementara, Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan AS, DEA telah mengizinkan pemasaran chips bernama VeriChip bagi para pasien di AS. Chips mini seharga $ 300 per buah itu juga bisa dilepas setiap waktu.

Pengawasan privasi bagi penggunanya, merupakan kekhawatiran yang diutarakan sejumlah kelompok. Terutama kelompok agama fundamentalis yang menganggap penggunaan chips merupakan tanda-tanda akhir zaman, seperti tertera dalam Kitab Wahyu Injil. Di dalam salah satu ayatnya antara lain menyebutkan pemasangan chips telah diramalkan dalam Injil, dan tak dapat dihindarkan oleh penduduk dunia hingga akhir zaman.

Ali Veshi, salah satu pemandu acara MSNBC mengungkapkan, jarinya ditanami VeriChip sejak 10 tahun lalu. Dokter hanya menembakkan sinar laser ke chips itu untuk mendapatkan data medisnya, dan berlangsung cepat. ‘’Saya tidak merasa sakit sama sekali. Tidak nyelekit seperti ditusuk jarum,’’ ujar Ali Veshi.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

5 days ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

3 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago