The Spice Islands Ramaikan Indonesia Street Festival, New York 2017

Festival Jalanan Indonesia atau Indonesia Street Festival digelar Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Sabtu 26 Agustus 2017. Acara yang berlangsung di depan kantor KJRI di 68th Street, New York tersebut cukup meriah, karena dihadiri ratusan warga Indonesia dan warga asing lainnya. Sampai-sampai ruas jalan sepanjang 68th Street itu ditutup mulai dari Madison Ave hingga 5th Ave, New York.

 

Acara yang dihadiri oleh sejumlah para diplomat Indonesia itu dibuka oleh Dubes RI untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono yang dikenal dengan panggilan Pak Sonny. Sedangkan Konsul Jenderal RI New York, Abdulkadir Jailani meresmikan festival ini dengan memukul gong tiga kali.

Uniknya, Indonesia Street Festival kali ini mengambil tema The Spice Islands. ‘’Kami sengaja mengambil tema Spice, karena berkaitan dengan 400 tahun peringatan Treaty of Breda,’’ kata Abdulkadir Jailani, Konsul Jenderal RI di New York.

Seperti diketahui, Perjanjian Breda ditanda tangani pada 31 Juli 1667 oleh Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Belanda. Intinya, dalam perjanjian itu, Inggris diminta angkat kaki dari Pulau Run, di Kepulauan Maluku. Sebagai gantinya, Belanda diminta menyerahkan kawasan Manhattan. Belanda rela menyerahkan Manhattan, karena ingin tetap menguasai Pulau Run, yang sangat kaya dengan rempah-rempah. Di abad ke-17 itu, Belanda memegang peranan penting dalam perekonomian dunia karena memiliki Pulau Run.

Acara Indonesia Street Festival yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan tari dan kesenian Indonesia. Sejumlah kelompok dan grup tari Indonesia meramaikan acara itu, termasuk di antaranya Grup Modero pimpinan Shinta Penyami dari Philadelphia. Lebih dari 20 kios makanan dan penjualan produk Indonesia diserbu para pengunjung sambil menikmati acara panggung gembira yang berada di depan Kantor Konsulat Jenderal RI New York. (Artikel: DP, Foto: Mata Independent, Video: KJRI New York)

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago