Pemimpin Mega Church Dikecam karena enggan terima pengungsi banjir Houston

Pastor Joel Osteen, pemimpin Gereja Lakewood, Houston dikecam banyak pihak karena tak bersedia membuka pintu gerejanya untuk menampung para pengungsi banjir yang melanda Texas.

ABC News mengabarkan Rabu (30/8/2017), dalam penjelasannya Joel Osteen menyatakan ‘’Kami di sini untuk rakyat banyak. Kami adalah tempat penampungan untuk pengungsi,’’ katanya di acara Good Morning America. ‘’Kami akan menampung warga setelah banjir mereda,’’ ujar Joel Osteen yang berhasil menjadi miliuner setelah menjadi pemimpin Mega Church.

Bantahan itu diungkapkan Joel Oesteen, setelah Gereja Lakewood miliknya memasang pengumuman lewat Facebook. Isinya menyatakan ‘’Gereja kami tidak dapat diakses karena banjir bandang yang sangat besar. Karena itu kami meminta agar warga mencari tempat penampungan lain,’’ tulis pengumuman gereja yang memiliki stadion berkapasitas 16 ribu tempat duduk.

Pengumuman itu dikecam banyak pihak karena Gereja Lakewood pernah menjadi tempat penampungan pengungsi saat Badai Katrina berlangsung tahun 2005. ‘’Joel Osteen yang punya gereja megah dan raksasa itu hanya menawarkan doa,’’ tulis @kbarnie34. Sedangkan kritik lain berbunyi: ‘’Meski dikecam, Joel Osteen tidak juga membantu untuk membuka pintu gerejanya,’’ tulis Chase Donahue. Sebaliknya, saat Badai Harvey berlangsung pekan lalu, seluruh masjid di Negara Bagian Texas membuka diri untuk menampung para pengungsi, tanpa memandang agama dan ras mereka.

‘’Bukan. Bukan begitu maksud kami,’’ kata Joel Osteen yang pandai bicara itu. Menurutnya, gerejanya memiliki masalah keamanan bangunan, terutama bagian bawah tanah, yang dikhawatirkan terendam banjir. ‘’Kami akan mencoba warga dengan cara lain yang berbeda,’ tutur Joel Osteen sambil menjelaskan Gereja Lakewood telah berdiri sejak 60 tahun. ‘’Kami tidak pernah menutup pintu gereja. Kami membuka pintu untuk menerima siapapun, yang butuh tempat penampungan,’’ lanjutnya.

Selasa malam, Gereja Lakewood memasang foto-foto pengungsi membanjiri ruang dalam gereja di akun Twitternya. Bekerjasama dengan Pemda Houston para relawan, gereja kristen tersebut menampung ratusan pengungsi di lantai dasar. ‘’Sebaiknya jangan gunakan lantai bawah karena khawatir akan kebanjiran,’’ bunyi Twitter mereka.

.

View Comments

  • Spot on about the indexing delays. It's not just about building the link anymore; it's about the "stickiness" of the placement. We've been focusing heavily on that metric lately.

  • Finally, someone said it. The old school "blast and pray" method is dead. Precision and camouflage are the new standard.

  • The analogy of the "immune system" is perfect. You need to build resistance before the virus (update) hits. Too many people react instead of prepare.

  • I bookmarked this for my team. The section on avoiding footprints is crucial. We recently audited a site that got hit exactly because they ignored that principle. Good catch.

  • The depth here is impressive. Most guides just skim the surface of link velocity, but your point about "natural variance" hits the nail on the head. It's exactly what we preach to our clients.

  • Great read. It reminds me of the strategy we deployed last quarter. The focus on foundational stability really pays off when the algorithm shifts. Thanks for compiling this.

  • I'm skeptical about the timeline you proposed, but I'm willing to test it. If this holds up, it changes how we structure our entire outreach program.

  • I've been following this topic for a while, and your analysis on the structural shifts really adds a new perspective. We've noticed similar patterns in our internal data at SignalLayer, specifically regarding the volatility timeline.

  • This complements the "Entropy" theory perfectly. If you don't introduce randomness, you're just painting a target on your back. Glad to see others advocating for smarter engineering.

  • I've been following this topic for a while, and your analysis on the structural shifts really adds a new perspective. We've noticed similar patterns in our internal data at SignalLayer, specifically regarding the volatility timeline.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 month ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 month ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 months ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago