Raja Salman dari Arab Saudi melakukan kunjungan pertama kali ke Rusia selama tiga hari hingga Sabtu (7/10/2017).
Deutsche Welle mengabarkan, Raja Salman akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (5/10/2017). Kedua pemimpin negara tersebut, akan membicarakan berbagai masalah. Termasuk Konflik Suriah, di mana masing-masing negara saling berseberangan, seperti halnya perang saudara di Yaman.
Pemerintah Saudi menggambarkan kunjungan Raja Salman ini, merupakan perjalanan bersejarah yang dilakukan seorang raja dari Arab Saudi. Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga hanya sekali melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pada tahun 2007. Dalam kunjungan ini, Raja Salman yang membawa sejumlah delegasi, akan menanda tangani sejumlah perjanjian bilateral, termasuk perdagangan senjata.
Hubungan Riyadh dan Moscow yang agak renggang, kembali menghangat setelah kedua negara menyepakati perjanjian penjualan minyak November tahun lalu. Bersama negara-negara anggota OPEC dan 10 negara produsen minyak lainnya, Saudi dan Rusia sepakat mengurangi produksi minyaknya untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia.
Hubungan antara Rusia dan Arab Saudi pernah terjalin hampir 90 tahun silam. Uni Soviet merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Arab Saudi pada 1926, meski Kerajaan Saudi belum terbentuk secara resmi hingga tahun 1932. Kunjungan Raja Salman ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi Arab Saudi bulan lalu, sebagai bagian dari kunjungannya ke sejumlah negara-negara Teluk.
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
Philadelphia - On Friday, May 8th at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community…
Philadelphia - On Wednesday, May 6th at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown,…
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…
Bagi banyak keluarga imigran dan pekerja berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, kartu SNAP bukan sekadar…