Categories: Politics

Presiden Donald Trump Dilempari Bendera Rusia

Presiden Donald Trump dilempari sejumlah bendera Rusia oleh seorang pemrotes, saat berjalan bersama Mitch Mconnel, senator Republik hendak makan siang di Gedung Parlemen AS, Selasa (24/10/2017).

NBC News mengabarkan, Presiden Trump tak memberikan reaksi, dan hanya mengacungkan jempolnya kepada pemrotes bernama Ryan Clayton. ‘’Trump adalah pengkhianat!,’’ teriak Ryan Clayton. Sambil tetap berteriak saat digiring petugas kemanan, Ryan menjelaskan, ‘’Presiden ini berkonspirasi dengan agen-agen pemerintah Rusia. Kita harus membicarakan masalah pengkhianatan ini di Kongres. Bukan soal pemotongan pajak,’’ kata pemrotes yang berjas dan berdasi rapi itu.

 

 

Dalam rekaman kamera, Ray Clayton mengaku dirinya adalah agen rahasia dari kelompok ‘Americans Take Action’. Dalam laman milik kelompok itu, disebutkan bahwa jaringan populis meyakini bahwa pemerintah AS seharusnya mewakili rakyat Amerika. ‘’Ekonomi harus memihak pada warga biasa, dan internet harus tetap bebas dan terbuka bagi generasi mendatang,’’ tulis kelompok tersebut.

Belum jelas benar, bagaimana Ray Clayton bisa masuk ke dalam gedung parlemen AS yang dijaga ketat itu. Ray Clayton tampaknya menyamar sebagai wartawan sejak pagi. Bahkan bersama wartawan lain, Clayton mewawancarai Senator Bob Corker, Republik dari Tennesse. Ray Clayton tidak tampak membahayakan, namun insiden itu menjadi pertanda awal bahwa keamanan Gedung Parlemen tidak begitu ketat.

Masyarakat biasa, memang diizinkan masuk ke kompleks gedung parlemen untuk ikut wisata intern. Setiap orang, termasuk wartawan, harus melewati pintu metal detektor. Setiap wartawan diminta mengeluarkan identitasnya disertai foto diri sehingga dapat masuk ke dalam ruang bagian dalam. Itu pun harus melewati penyaringan identitas secara ketat.

Setelah kejadian ini, Ray Clayton ditahan oleh polisi Parlemen, dan dituduh melakukan keributan. Pada Juli lalu, Ray Clayton juga bikin ulah. Pada 24 Juli silam, Ray berdiri bersama wartawan dan memperkenalkan diri sebagai ‘Ray Clayton bersama Americans Take Action’. Ray kemudian maju dan mencoba memberikan bendera Rusia ke Jared Kushner, menantu Presiden Trump, dan minta ditanda tangani. Namun upaya itu ditolak oleh Jared Kushner. Keluarga Trump ramai dituduh berhubungan erat dengan sejumlah pejabat Rusia, saat pemilu presiden tahun 2016.

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 week ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago