India Luncurkan Aplikasi Cara Berselfie yang aman

Pemerintah India menyatakan perang terhadap Foto Selfie atau Swafoto yang banyak menelan korban jiwa. NPR News mengabarkan Selasa (14/11/2017), aksi perang dilancarkan dengan menerbitkan serangkaian imbauan kepada warga India agar tidak melakukna swafoto di tempat-tempat berbahaya. Dan menerbitkan aplikasi anti-selfie di tempat berbahaya.

‘’Memotret selfie memang tidak berbahaya, tapi mengambil foto di lokasi berbahaya, mengancam jiwa anda,’’ kata Rajendran Narayanan ilmuwan sosial di Trichy, India. ‘’Sebagai masyarakat sosial, kita perlu waspada pada hal ini,’’ lanjut Rajendran, bekas dekan senirupa di Universitas Bharathidasan.

Sebuah tim studi yang dilakukan Institute of Information Technology, IIIT di New Delhi dengan Carnegie Melon, AS, menemukan sejumlah bukti kuat. 127 orang dilaporkan tewas karena berswafoto sepanjang tahun 2014-2016. Separuh di antaranya, terjadi di India. Beberapa korban yang tewas, antara lain berswafoto bersama binatang buas, di jalur kereta api dan di dalam kendaraan berjalan. Sedangkan korban yang tewas berselfie sambil memamerkan senjata hanay terjadi di AS dan Rusia saja. Karena itulah, tim studi itu menganalisa ‘’Ribuan data berisi lokasi yang dianggap berbahaya di India dan dunia,’’ tutur Ponnurangam Kumaraguru, seorang ilmuwan komputer di IIIT. Tim tersebut juga mengamati foto-foto yang diunggah di linimasa dengan pagar #dangerousselfies dan #extremeselfies, untuk mengidentifikasi latar belakang foto-foto yang dijepret di tempat berbahaya.

Bahkan tim studi ini menerbitkan aplikasi baru bernama Saftie, yang diluncurkan Juni lalu, dan bisa diunggah di internet secara gratis Aplikasi canggih itu akan memperingatkan penggunanya bila mereka berada dekat lokasi yang termasuk berbahaya dan berisiko tinggi. Termasuk 127 lokasi di dunia yang pernah memakan korban jiwa. Para pengguna aplikasi dapat ikut berpartisipasi dengan memberikan lokasi lain yang dianggap rawan dan berbahaya. Dan yang paling hebat adalah jajaran kepolisian Mumbai. Sebelum musim penghujan Juni lalu, mereka mengeluarkan peringatan agar tidak berswafoto di lokasi yang memiliki curah hujan tinggi. ‘’Siapa yang nekat berswafoto di tengah hujan lebat?’’  

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

18 hours ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

4 weeks ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

1 month ago