Pohon Natal ‘Sapu Ijuk’ Hebohkan Kota Roma

Pohon Natal yang dipasang di Piazza Venezia, Roma dikecam banyak warga Italia, karena kurus kering dan tidak terawat bagaikan ‘Sikat kamar mandi yang usang’.

Los Angeles Times mengabarkan Selasa (20/12/2017), padahal pohon natal setinggi hampir 20 meter itu baru seminggu dipasang di pusat kota Roma. Banyak yang khawatir, jangan-jangan pohon itu akan berubah menjadi sapu lidi saat Hari Natal 25 Desember 2017 akhir pekan ini.

Banyak warga menunjuk hidung Virginia Raggi. Walikota Roma yang baru dilantik setahun lalu itu dituduh tidak becus menangani sejumlah masalah Kota Roma. Mulai sampah yang menumpuk, dan jalanan yang banyak berlubang, menjadikan citra Virginia Raggi merosot tajam. Kini, walikota Roma itu dituduh tidak memelihara pohon cemara yang diambil dari Femme, Pegunungan Alpen di Utara Italia yang dibeli dengan harga $ 59 ribu. ‘’Saat berangkat dari dari sini tampak sehat kok,’’ kata seorang pejabat Femme kepada koran lokal.

Kecurigaan adanya penyalah gunaan dana oleh Virginia Raggi semakin mencuat, setelah muncul kabar bahwa perusahaan pengangkut pohon cemara itu, ditunjuk tanpa tender, dan harganya dianggap kemahalan. Dan ini menjadi makanan empuk bagi Partai Demokratik, saingan Gerakan Lima Bintang, pendukung Virginia Raggi. ‘’Mengurus pohon cemara saja nggak becus, bagaimana nanti mengurus pemerintahan,’’ kata Enzo Foschi, pejabat regional Partai Demokratik Italia.

Berbagai reaksi ditunjukkan warga Roma di linimasa. Salah satu di antaranya menggelar acara pemakaman pohon ‘Sikat Kamar Mandi’ itu di Piazza Venezia. Usul itu menangguk ribuan jempol. Ada pula yang meminta warga membawa bunga untuk pohon yang tengah semaput itu. Upaya menutupi pohon kering kerontang itu dengan ratusan lampu dan ribuan lampu oleh petugas Pemda Roma malah semakin membuat sebal warga Roma. ‘’Sekarang punggung saya sakit melihat bola-bola sialan itu,’’ tutur seorang warga melihat pohon natal ditutupi 800 bola dan 4 ribu meter lampu kelap-kelip.

Organisasi konsumen Italia, Codacons menuntut agar pembelian pohon natal puluhan ribu dolar itu diusut, karena ‘’Pohon itu memalukan warga dan turis asing,’’ bunyi pernyataan resmi kelompok itu. Seorang jurubicara kubu Virginia Raggi menjelaskan timnya bekerja keras untuk membenahi pohon natal itu. Saat ditanya apakah ada rencana menggantinya sebelum Natal tiba? ‘’Wah sama sekali nggak ada rencana untuk menumbangkannya sampai awal tahun depan,’’ katanya.

.

Recent Posts

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

1 day ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

1 week ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

2 weeks ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago