Categories: Uncategorized

Video Lengkap Pertemuan FPI dan TEMPO soal Kartun

Massa Front Pembela Islam (FPI) tiba di Kantor Tempo di kawasan Jalan Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat (16/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Pantauan CNN Indonesia.com di lapangan, sekitar seratusan massa berpakaian putih-putih memenuhi gerbang kantor Tempo. Dalam orasinya, seorang anggota FPI menyerukan agar Tempo meminta maaf atas penerbitan karikatur di Majalah Tempo yang dianggap melecehkan tokoh FPI Rizieq Shihab.

 

“Kami tidak akan pulang sebelum Tempo benar-benar meminta maaf. Tempo harus minta maaf hari ini, kalau tidak kita sikat,” kata seorang orator dari atas mobil komando. Setengah jam kemudian sekitar enam perwakilan dari FPI masuk ke dalam kantor Tempo. Selanjutnya perwakilan anggota FPI diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli.

 

Panglima Besar FPI Maman Suryadi mengatakan FPI tidak terima dengan karikatur Majalah Tempo yang menggambarkan sosok orang memakai gamis dan sorban, dengan seorang perempuan memakai baju merah. FPI menilai karikatur tersebut menginterpretasikan Rizieq Shihab.

“Saya rasa orang goblok juga tau (itu Rizieq) maksud dan tujuan itu. Itu sudah menyinggung sekali ulama kami (Rizieq). Artinya tidak disebutkan nama tapi dari sikap karikatur ditujukan ke ulama kami (Rizieq),” ujar dia. Maman mengaku belum berencana melaporkan Tempo ke dewan pers. Mereka akan terlebih dahulu menemui redaksi Tempo dan meminta Tempo meminta maaf. “Biasanya kan hanya permohonan maaf doang, kali ini kami minta agar tertulis. Soal dewan pers nanti itu langkah selanjutnya bersama kuasa hukum kami,” katanya. (CNN Indonesia). 

 

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago