Karyawan Google Sedunia Protes Kasus Pelecehan Seksual

Karyawan Google di Asia dan Eropa melakukan “Google Walkout” sebagai  bentuk protes pasca-kasus pelecehan seksual yang muncul ke publik. Diberitakan oleh CNN, Kamis (1/11/2018), sekitar 150 karyawan Google di India mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.

Juru bicara Google di India mengatakan, mereka memiliki sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di beberapa kota, yakni Delhi, Mumbai, Bangalore, hingga Hyderabad.

Demonstrasi bukan hanya terjadi di Singapura dan Tokyo. Di Eropa, pegawai menyuarakan protes di London maupun Zurich, Swiss. Mereka menuntut agar Google melakukan pembenahan. Termasuk menuntut mengakhiri penggunaaan arbitrasi secara paksa dalam kasus pelecehan seksual maupun diskriminasi. CEO Google, Sundar Pichai, mengaku mendukung unjuk rasa tersebut. Menurutnya, jajaran petinggi sudah tahu dengan rencana itu.

“Kami menegaskan para staf bakal mendapat dukungan yang mereka butuhkan jika berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” tutur Pichai. CEO yang menjabat sejak Oktober 2015 itu menambahkan, para staf Google  memberikan ide untuk meningkatkan kebijakan perusahaan.

Dalam suratnya kepada para karyawan, CEO Sundar Pichai mengatakan, perusahaan tersebut harus mengambil jalan tegas tehadap perilaku tak pantas tersebut. Surat itu muncul setelah The Times merilis pencipta Android, Andry Rubin, menerima paket senilai 90 juta dollar AS, atau Rp 1,4 triliun, saat meninggalkan Google.

Rubin menerima paket tersebut karena dituduh melakukan hal tak senonoh yang langsung mendapat sanggahan dari juru bicaranya. “Pak Rubin memutuskan untuk meninggalkan Google pada 2014 untuk mengembangkan perusahaan permodalan dan inkubator teknologi Playground,” kata Sam Singer.

Pihak penyelenggara berharap aksi tersebut akan diikuti oleh 1.500 orang, yang mayoritas merupakan perempuan, dari seluruh kantor Google di dunia. Sebelumnya, Google dilaporkan telah memecat 48 karyawan sejak 2016, termasuk 13 manajer. (sinarkatamedia.com)

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 day ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

3 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

1 week ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago