Gucci baru saja menurunkan produknya berupa sweater warna hitam, karena mengundang protes dari sejumlah kelompok. Melalui jalur Twitter, mereka menuntut agar sweater hitam setinggi leher yang bagian mulutnya berlubang dikelilingi warna merah itu, segera dibatalkan penjualannya lantaran dinilai rasialis karena menghina kaum kulit hitam.
Baru sehari dipajang di situsnya, Gucci menghapus gambar sweater seharga $ 890. Gucci mengeluarkan produk bernama Balaclava knit top black itu, untuk memperingati Black History Month atau Sejarah Hitam di AS.
Dalam pernyataan persnya, Gucci mengungkapkan, ”Kami benar-benar minta maaf karena produk kami yang terbuat dari kain wool itu menyinggung perasaan. Kami nilai bahwa perbedaan memiliki nilai fundamental yang harus dihormati dan dijunjung tinggi, dan menjadi keputusan utama yang kami ambil,” tulisnya seraya menegaskan lagi bahwa perusahaan pakaian dan asesoris dunia itu berkomitmen pada perbedaan dalam organisasinya.
”Kalau memang ada pegawai dari kulit berwarna, mereka seharusnya tahu bahwa produk itu dibatalkan, karena bakal menyinggung perasaan. Tidak usah dijual dong,” tulis CBS News. (DP).
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…
On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…