Gucci baru saja menurunkan produknya berupa sweater warna hitam, karena mengundang protes dari sejumlah kelompok. Melalui jalur Twitter, mereka menuntut agar sweater hitam setinggi leher yang bagian mulutnya berlubang dikelilingi warna merah itu, segera dibatalkan penjualannya lantaran dinilai rasialis karena menghina kaum kulit hitam.
Baru sehari dipajang di situsnya, Gucci menghapus gambar sweater seharga $ 890. Gucci mengeluarkan produk bernama Balaclava knit top black itu, untuk memperingati Black History Month atau Sejarah Hitam di AS.
Dalam pernyataan persnya, Gucci mengungkapkan, ”Kami benar-benar minta maaf karena produk kami yang terbuat dari kain wool itu menyinggung perasaan. Kami nilai bahwa perbedaan memiliki nilai fundamental yang harus dihormati dan dijunjung tinggi, dan menjadi keputusan utama yang kami ambil,” tulisnya seraya menegaskan lagi bahwa perusahaan pakaian dan asesoris dunia itu berkomitmen pada perbedaan dalam organisasinya.
”Kalau memang ada pegawai dari kulit berwarna, mereka seharusnya tahu bahwa produk itu dibatalkan, karena bakal menyinggung perasaan. Tidak usah dijual dong,” tulis CBS News. (DP).
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…