Jessika Aro, seorang wartawati Finlandia batal menerima penghargaan Women of Courage Award, karena sering mengkritik Presiden Trump dalam akun Facebooknya. Hal itu diungkapkan ForeignPolicy.com Kamis 7 Maret 2019.
Cerita yang didapat Jessika dan sejumlah sumber menyatakan, pembatalan itu terjadi setelah pihak Kementerian Luar Negeri AS meneliti akun Facebooknya. Di situ didapati bukti bahwa Aro sering mengunggah tulisan atau artikel yang mengkrititik Presiden Trump.
Padahal sebelumnya, Jessika Aro dinilai layak menerima penghargaan bergengsi itu, di acara Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Jumat, 8 Maret 2019. Sebulan sebelumnya, yakni pada Februari, dari Kepala Protokol Kantor Departemen Luar Negeri AS.
Kementerian Luar Negeri AS itu telah mengirim surat pemberitahuan pada wartawati Finlandia itu, karena dinilai layak. Jessika Aro diancam oleh sejumlah kelompok saat melakukan liputan investigasi yang menunjukkan adanya propaganda Rusia sebelum pemilihan presiden AS, tahun 2016 lalu. Jessika rencananya akan terbang ke Washington DC untuk menerima penghargaan yang diserahkan Menlu AS, Mike Pompeo.
”Kami menyesal dengan kekeliruan itu. Kami mengagumi prestasi Jessika Aro sebagai jurnalis berdasar nominasi yang disampaikan Kedubes AS di Helsinki, Finlandia,” ujar jurubicara Kemenlu AS.
Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…
Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…
Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…
Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…