Indonesia Teken Kontrak Pembelian 3 Kapal Selam Buatan Daewoo, Korsel

Indonesia dan Korea Selatan baru saja menandatangani pesanan untuk tiga kapal selam diesel-electric attack (SSK) tipe 209/1400 Chang Bogo, untuk Angkatan Laut Indonesia.

Kontrak pembangunan itu diteken oleh kontraktor pertahanan Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) dengan perusahaan pembuat kapal milik negara Indonesia, PT PAL. Menurut Jane’s Navy International, kontrak tersebut diperkirakan bernilai sekitar $1,2 miliar.

 

Tipe 209/1400 Chang Bogo-class SSK adalah varian yang dirakit dengan lisensi dari kapal selam Tipe 209 Jerman yang diproduksi oleh DSME. Kelas SSK seberat 1.400 ton tersebut memiliki jangkauan operasional sekitar 11 ribu mil laut dan memiliki daya tahan sekitar 50 hari.

Kapal selam ini adalah platform multiguna yang mampu melakukan perang anti-permukaan, perang anti-kapal selam, dan misi pasukan khusus. SSK dapat dipersenjatai dengan torpedo kelas berat, rudal anti-kapal, dan ranjau.

Sebelumnya, Indonesia dan Korea Selatan meneken kontrak senilai $1,1 miliar untuk tiga SSK kelas 209/1400 Chang Bogo (kelas Nagapasa) pada Desember 2011. Kontrak ini merupakan  bagian dari Rencana Strategis Pertahanan 2024 Kementerian Pertahanan Indonesia, yang menyerukan pengadaan setidaknya 10 kapal selam baru untuk Angkatan Laut Indonesia.

Kelas SSK yang baru diharapkan untuk bertugas di Angkatan Laut Indonesia selama setidaknya 30 tahun. SSK kelas satu, KRI Nagapasa, dipesan pada Agustus 2017 kepada Korea Selatan, dan sekarang dikirimkan ke Pangkalan Angkatan Laut Palu di Provinsi Watusampu, Sulawesi Tengah.

SSK kedua dari kelas tersebut juga telah dikirim kepada Angkatan Laut, sedangkan yang ketiga masih dalam pembuatan di galangan kapal PT PAL di Surabaya—kota terbesar kedua di Indonesia, yang terletak di pantai timur laut pulau Jawa—di bawah PT PAL dan Perjanjian transfer teknologi DSME.

 

Selama ini, Angkatan Laut Indonesia dinilai masih kekurangan peralatan untuk memenuhi misinya untuk menjaga perairan Indonesia. Menurut para pejabat pertahanan Indonesia, Angkatan Laut membutuhkan setidaknya 12 kapal modern untuk melakukannya. Khususnya, karena terakhir kali Angkatan Laut Indonesia menerima kapal selam baru adalah pada tahun 1980-an, sebanyak tiga kapal selam diesel-listrik tipe 209/1300 kelas Cakra buatan Jerman. (matamatapolitik.com)

.

Recent Posts

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

19 hours ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

4 weeks ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

1 month ago