Bunga: Rapper Berhijab & Berbaju Kurung dari Malaysia

Noor Ayu Fatini Mohd Bakhari, perempuan penyanyi rapper asal Malaysia itu, makin berkibar namanya di blantika musik dunia. Setelah melejit namanya di Asia Tenggara, lewat lagu ’16 Baris’, Noor Ayu tampil di Festival Seni Melayu di Pesta Raya, Singapura bulan Juni lalu.

 

”Saya ingin memproduksi banyak lagu. Saya kepingin menggelar tour. Saya ingin merilis album sendiri, dan saya ingin pergi ke seluruh dunia,” ujar Noor Ayu yang dikenal dengan nama Bunga itu.

Namanya melejit di blantika musik hip-hop Malaysia yang didominasi penyanyi pria sejak tahun 1990-an. Noor Ayu Fatini makin dikagumi setelah ia tampil mengenakan hijab dan dan baju kurung, pakaian tradisional Melayu. ”Awalnya saya berangkat mengenakan baju biasa. Namun di saat-saat terakhir sebelum manggung, saya ganti dengan busana kurung dan hijab,” tutur Bunga saat tampil pertama kali di panggung Kuala Lumpur membawakan Lagu ’16 Baris’.


Namun, tak berarti Bunga bisa bebas dari kritik tajam. Banyak pendapat yang mengatakan penyanyi berhijab tidak layak menjadi rapper, yang terkesan ugal-ugalan dan liar. Menanggapi kritik tersebut, Bunga menjelaskan, ”Pandangan yang keliru itu, tidak menghentikan niatnya menjadi penyanyi kunti di dunia hip-hop,” tuturnya seperti dikutip situs nextshark.com.

”Saya bisa dijadikan bukti bahwa perempuan yang mengenakan hijab bisa berkiprah di industri musik,” sambungnya. ”Saya tahu kok, banyak wanita yang mengenakan hijab ingin menjadi rapper. Hal itu wajar dan baik-baik saja, karena kalian tidak usah khawatir dengan omongan orang lain,” kata Bunga. (DP)

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago