Categories: DiasporaEntertainment

Lomba Batik 5K Fun Run & Walk Digelar di Fairfax Park, Virginia

Kurang lebih 200 masyarakat Indonesia dan Amerika menikmati udara segar dalam acara Batik 5K Fun Run and Walk di Lake Fairfax Park, Reston, Negara bagian Virginia pada hari Sabtu 14 September lalu. Acara ini diadakan oIeh Ikatan Alumni UI (ILUNI) USA Chapter dan Rumah Indonesia, sebuah organisasi nirlaba di Washington DC.

Acara Batik 5K yang digelar kedua kali ini, dimeriahkan berbagai acara seperti yoga untuk pemanasan, tari dan gamelan Jawa yang menyemangati pelari, pelatihan batik untuk dewasa dan anak, serta penjualan makanan Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar menyambut baik acara ini yang hasil keuntungan bersihnya akan disumbangkan untuk beasiswa mahasiswa Universitas Indonesia,  serta untuk penyelenggaraan kelas bahasa Indonesia bagi anak dan dewasa di seputar Washington DC. Mahendra melihat acara ini menjadi ajang yang sangat baik untuk menjalin silahturahmi keluarga dan masyarakat.

Pemenang pertama untuk pria, Julian Glas,  adalah mahasiswa George Washington University dari Jerman. Penggemar olah raga lari yang terlihat menikmati nasi bakar rendang ini mengatakan sangat senang dengan kegiatan olah raga yang juga memperkenalkan kebudayaan dan masyarakat Indonesia.

Tema Batik yang diangkat menjadi ciri khas acara ini. Sebagian besar peserta mengenakan aksesori dengan sentuhan Indonesia sebagai bagian dari kostum lari mereka, seperti celana, sarung, ikat kepala, dasi batik, bahkan kuda lumping.

Helen Dewi Kirana dari NES, sebuah merek busana dari tanah air yang khas dengan teknik ikat-celup shibori, memberikan kesempatan kepada peserta untuk membatik dengan menggunakan cap dari bahan daur ulang sebagai simbol unity in diversity atau persatuan dalam perbedaan.

Suasana Batik 5K Fun Run, Fair Fax Park, Virginia. (Foto: Lia Suntoso Sundah)

Sementara itu, Ikatan Mahasiswa Papua di Amerika (IMAPA), yang berdiri sejak 2 tahun lalu, juga mengadakan penggalangan dana untuk konferensi mereka akhir tahun ini dengan menjual berbagai batik dengan corak khas Papua. Citra Kaigere dan Ade Olua, anggota IMAPA dan mahasiswa George Mason University terlihat menikmati dansa poco-poco Nusantara yang merupakan gabungan line dance dari berbagai wilayah di Indonesia Timur yang didukung oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Washington DC.

Ketua ILUNI USA Chapter, Emil Ranakusuma, berharap acara Batik 5K ini dapat mempromosikan budaya Indonesia ke masyarakat Amerika, serta meningkatkan rasa persaudaraan di antara masyarakat Indonesia. (Teks & Foto: Lia Suntoso Sundah)

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago