Categories: DiasporaEconomy

Inilah Tersangka Perampokan Bank dan Deli di Philadelphia

Pihak Kepolisian setempat tengah mencari seorang tersangka yang merampok toko makanan dan Republic Bank di Center City, Philadelphia. Petugas penyidik kepolisian Philadelphia mengungkapkan, pada hari Kamis 23 Januari 2020 sekitar pukul 2.45 pm waktu setempat tersangka menghampiri salah satu kasir dan menyodorkan kertas berisi permintaan agar menyerahkan sejumlah uang tunai. Setelah itu, tersangka keluar bank dan melarikan diri di tengah kerumunan.

 

Sehari sebelumnya, tersangka yang sama juga merampok sebuah toko makanan Old Nelson’s Deli yang terletak di 13 Street, di Center City, Philadelphia. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 7.30 pagi itu dituturkan secara rinci oleh Sandy Yunitasari, manajer Old Nelson’s Deli. Awalnya, tersangka pelaku masuk dan berpura-pura sebagai pelanggan membawa satu botol minuman ringan ke kasir.

Tersangka kemudian mengambil benda tajam dan mengarahkan ke Sandy. Warga AS keturunan Indonesia itu, merasa takut dan mengingat kembali agar tidak melawan dan memenuhi permintaan tersangka pelaku. ”Serahkan uangnya!” tutur Sandy menirukan perintah pelaku. ”Saya tidak punya uang,” jawab Sandy lagi. ”Buka mesin register dan serahkan seluruh uang di situ,” ancam tersangka.

Sandy Yunitasari (ABC News)

Sandy tak melakukan apa-apa, sehingga tersangka memencet salah satu tombol register (tampaknya tersangka tahu mengoperasikan register). ”Saya tak melakukan apa-apa, dan dia memencet mesin register sendiri,” tutur Sandy kepada stasiun televisi ABC. Sejumlah karyawan Old Nelson’s Deli yakin, pelakunya sama dengan tersangka pelaku perampokan Republic Bank di Center City, yang terjadi keesokan harinya.

Amanda Choi, pemilik Deli meminta pihak kepolisian agar tersangka segera ditangkap. ”Agar saya merasa aman. Setiap hari saya selalu ketakutan,” katanya. Sementara itu, Amanda Choi menyarankan ke seluruh staf dan pegawainya agar waspada dan tidak melakukan perlawanan. ”Jantungku berhenti rasanya,” kata Amanda. ”Saya sering mendengar cerita perampokan di sekitar saya, tapi tidak menyangka hal itu terjadi di tempat saya,” lanjutnya. ”Serahkan semuanya saja, sebab hidup kalian lebih berharga daripada uang. Kalian tidak boleh menempatkan hidup penuh resiko,” kata Amanda Choi.

Amanda Choi (ABC News)

Pihak kepolisian menggambarkan tersangka adalah lelaki berkulit putih, dengan tinggi sekitar 170 centimeter, bertubuh kurus dan berkumis. Ia mengenakan sweater dan celana olahraga warna hitam, penutup kepala hitam dan sepatu sneakers warna putih setrip merah dan hitam. ”Tersangka cukup berbahaya,” bunyi imbauan pihak kepolisian.

Siapapun yang punya informasi tentang tersangka pelaku, dipersilakan menghubungi FBI/BPD Violent Crimes Task Force di nomor telepon 215-418-4000. Hadiah juga ditawarkan bagi mereka yang memberikan informasi tentang tersangka pelakunya. (DP).

.

Recent Posts

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 week ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

3 weeks ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

4 weeks ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

1 month ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

2 months ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 months ago