Barrack & Michelle Obama Bikin Film Bareng Netflix

Bagaimana kehidupan sehari-hari kaum disabilitas yang butuh perhatian khusus? Hal itu terekam dalam film baru berjudul ‘Crip Camp’. Film yang akan beredar Maret 2020 di jalur video/film berbayar Netflix itu, bercerita tentang kehidupan mereka yang serba kekurangan di sebuah tempat penampungan atau komunitas tersendiri di AS.

 

Film dokumentasi karya sutradara Nicole Newnham dan Jim LeBrecht ini bercerita tentang para disabilitas remaja yang melakukan kegiatan sehari-hari. Di antaranya main baseball, atau makan bersama di ruang makan, bahkan mendiskusikan soal ketakutan dan frustrasi mereka menghadapi masa depannya. Mereka yang selalu tergantung pada orang tua, mulai dari mencuci pakaian hingga mandi bahkan hingga saat berada di toilet.

Rekaman kehidupan di kamp pendidikan dan penyuluhan tahun 1970-an itu, dilanjutkan dengan kehidupan mereka di dunia nyata, saat mereka dewasa dan harus terjun ke tengah masyarakat normal. Lebih-lebih cerita tentang Judy Heumann, satu dari dua sutradara yang menderita disabilitas. Judy yang kini menjadi Direktur Utama Departemen Layanan Disabilitas AS itu, mengalami polio saat bayi dan harus berada di kursi roda selama hidupnya.

Di akhir cerita ‘Crip Camp’, mereka kembali ke kamp pendidikan dan bertemu dengan teman-teman sesama disabilitas yang pernah dibina di sana. Banyak yang terlihat sudah tua bahkan beberapa di antaranya ada yang meninggal dunia.

Yang menarik, film ini diproduksi oleh High Ground, sebuah perusahaan nirlaba yang didirikan dan dibiayai oleh Barrack dan Michelle Obama. Yayasan yang dimotori pasangan mantan orang nomor wahid AS itu bukan pertama kali ini saja membiayai pembuatan film.

 

High Ground pernah membiayai pembuatan film ‘American Factory’, sebuah film yang bercerita tentang kerjasama sebuah pabrik kaca mobil merk Fuyao, antara China dan AS. ”Itu adalah tawaran pertama untuk berpartner dengan Netflix. Dan saya merasa gembira dengan proyek-proyek lainnya,” tulis Barrack Obama di akun Facebook miliknya.

Di film itu, banyak buruh warga AS yang kalah bersaing dengan buruh China yang lebih gesit dan cekatan. Tapi sayang, pabrik kaca mobil yang didirikan di Dayton, Ohio itu akhirnya tak sesuai harapan para buruh kasar AS. Pabrik itu terpaksa menggunakan robot untuk menggenjot produksinya.

Film ‘American Factory’ memenangkan penghargaan Los Angeles Film Critics Association Award for Best Documentary Film, 2019. Diharapkan film kedua berjudul ‘Crip Camp’ akan menyabet penghargaan serupa tahun ini. (DP)

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

1 week ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

1 week ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago