Amerika Bersatu Gelar Sosialisasi Penggunaan Masker

Setelah sukses mengadakan penggalangan dana dan berbagai aktivitas yang menghibur warga Indonesia di AS, kali ini, organisasi Amerika Bersatu menggelar sosialisasi penggunaan masker melalui kompetisi virtual. Adapun acara ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat perihal pentingnya mempergunakan masker untuk menghindari terpapar virus corona.

Penggagas acara ini, Luthfi Madjid dari New York dan Agus Balthazar dari Washington, D.C. mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan ajakan Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini mengajak warga hidup berdamai dengan corona sampai vaksin untuk penyakit ini ditemukan.

“Pandemi ini merubah tatanan hidup kita semua, dan masker adalah salah satu “new normal” tersebut,” ujar Luthfi. “Masker dari ulos, songket, batik, atau jumputan, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membuat masker jadi menyenangkan, sambil berkreasi untuk keselamatan,” lanjut Agus.

Acara ini diramaikan oleh jurnalis senior / presenter “Kick Andy” Andy F. Noya, seniman musik Ikke Nurjanah yang sudah beberapa kali mengadakan tur di Amerika Serikat, serta Tjok Abi, desainer adibusana tradisional dari Bali. Turut hadir pada acara ini Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, isteri Konsul Jenderal RI di New York Kompol Endang Arifi, artis senior James F. Sundah, dan WNI dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Jepang, dan Jerman. 1,200 peserta memberikan suaranya pada pemilihan pemenang favorit.

Melalui keterangan tertulisnya, Andy mengatakan, “Saya mengapresiasi ide kreatif orang-orang Indonesia yang tetap merasa satu walau terpisah jarak. Semoga semangat kebersamaan ini merekatkan kita sebagai bangsa,” ujar Andy yang juga merupakan pendiri Yayasan Benih Baik Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ikke Nurjanah, seniman musik yang juga merupakan Duta Sanitasi Kementerian Kesehatan RI menghimbau seluruh warga untuk terus saling mengingatkan, terutama karena pasti dilaksanakannya silahturahmi pada hari Lebaran. “Memakai masker dengan benar, artinya, kita sudah mencegah tertular atau menularkan, terutama karena kita pasti melaksanakan silaturahmi,” lanjut Ikke yang tampil live melalui Zoom untuk menghibur warga.

 

Adapun para pemenang dari kompetisi Masker Lebaran ini adalah sebagai berikut:

Kategori Individu Nusantara: No. 45 / Meirina Hutabarat (Washington DC)
Kategori Individu Modern: No. 53 / Damri Aprizal (Solo)
Kategori Keluarga: No. 6 / Keluarga Sulistijo Mumpuni (Australia)
Juara Favorit: No. 56 / Dina Rismayanti (Los Angeles, AS)

Para pemenang mendapatkan hadiah tenun Bali disertai sepasang masker dari Tjok Abi. “Dengan ruang gerak yang sangat dibatasi, kita harus tetap optimis dan berkarya dengan positif. Mari kita bersama berkarya dan terus menjalin silaturahmi, dan berlomba dengan sportifitas yang baik,” ujarnya.

Pada saat ini, tercatat hampir 4.5 juta warga dunia terpapar virus corona, dengan angka kematian lebih dari 300,000 jiwa. (Lia Sundah Suntoso)

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago