Categories: CommunityCOVID-19

Pelecehan Fisik dan Seksual Para Bocah Meningkat Sejak Pandemi COVID-19

Pelecehan fisik terhadap anak-anak oleh orang tua mereka juga terjadi selama pandemi COVID-19. Para bocah remaja dan di bawah usia menjadi korban para orang tua mereka yang merasa terhimpit ekonomi, lantaran terkena PHK dan gajinya terpotong. Bahkan banyak orang tua yang menderita stres karena terlalu lama tinggal di rumah.

Tak cuma itu. Kasus pelecehan seksual terhadap bocah dan balita meningkat tajam sejak pemberlakuan lock-down di AS. Harian Los Angeles Times mengabarkan The National Center for Missing & Exploited Children menerima sebanyak 4,1 juta pengaduan sejak April lalu, atau sekitar empat kali lipat dibandingkan April tahun silam.

 

”Peningkatan yang sangat tinggi itu menjadi perhatian khusus bagi para penegak hukum di dunia yang menangani pandemi dan menerima laporan tersebut,” tutur John Seihan kepala organisasi tersebut.

Menghadapi hal itu, pihak kepolisian Los Angeles, LAPD telah menerjunkan personilnya untuk menginvestigasi tingginya kasus tersebut. ”Sementara kami mengusut pengaduan itu, kami juga mengutus sejumlah detektif untuk menelusuri tips yang tiba di meja kami,” tutur Josh Rubenstein, jurubicara LAPD.

Sementara itu, Alicia Kozakiewicz, ahli keamanan internet dan advokasi untuk para bocah yang jadi korban mengungkapkan, meningkatnya ulah predator itu bisa diramalkan sejak dulu. Anak-anak memang rentan dalam kondisi dan masa-masa seperti ini. ”Merasa terisolasi di dalam rumah seperti kita semua, dan para predator tahu kelemahan itu,” tuturnya.

Para pemangsa bocah menguntit calon korbannya yang memasang foto-foto dan gambar mereka di akun Facebook dan Instagram. Bahkan kini banyak pemangsa bocah yang mentarget korban lewat serangkaian diskusi kegiatan selama ‘Tetap Tinggal di Rumah’. Dari situlah mereka kemudian mengirimkan gambar-gambar tak senonoh para bocah di bawah usia.

Karena itu para orang tua diharapkan memantau kegiatan putra putri mereka dengan sekali-sekali ikut dalam diskusi antar-bocah. Bahkan meneliti perangkat keras milik putra putrinya, tapi jangan terlalu menekan sehingga mereka tidak mau bicara terus terang. (DP).

.

Recent Posts

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 week ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

3 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

4 weeks ago

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

4 weeks ago