Kelompok Ekstrim Kulit Berwarna Lancarkan Boikot Produk China

Kelompok ekstrim kulit berwarna yang menamakan diri New Black Panther Party (NBPP) melancarkan aksi boikot terhadap produk-produk China di AS. Bahkan, mereka melancarkan boikot terhadap dua rumah makan China di Washington DC.

Aksi protes yang berlangsung di Yum’s Il Chinese Restaurant dan Da Hong Po Restaurant and Bar di 14th Street menarik perhatian banyak orang. Mereka yang berpakaian serba hitam membawa bendera atribut kelompok tersebut sambil menyerukan yel-yel anti China.

Tidak jelas apa yang mereka tuntut, namun menurut Daily Caller, NBPP memprotes pengusiran paksa sejumlah warga Afrika dari rumah-rumah dan kediaman mereka di China.

Pengacara Malik Zulu Shabazz menuturkan bahwa aksi protes itu untuk menentang ”Diskriminasi Republik Rakyat China, RRC, juga perlakuan sejumlah perusahaan China di Afrika,” katanya. Padahal kedua rumah makan yang diprotes itu, tidak ada hubungannya dengan Negara RRC karena kedua pemiliknya adalah warga AS keturunan Vietnam.

Bahkan dalam protesnya, pesan-pesan mereka tidak jelas. Misalnya mereka meneriakkan ‘Happy Birthday Malcolm X’, tokoh kulit hitam Muslim AS, sambil mengepalkan tinju ke udara. ”Tanpa beliau kami masih menjadi budak!! teriak mereka. Padahal mereka bukan warga Muslim. ”Jika Donald Trump tidak mengenakan masker, kenapa kami diwajibkan!” seru mereka, yang ternyata bermotif politik anti-Trump.

Dalam insiden ini tidak ada korban jatuh, karena kedua rumah makan itu masih tutup dan hanya melayani pesanan melalui telepon.

Baca: Warga Indonesia di Philadelphia Alami Perundungan Bahkan Diludahi

Seperti diketahui kasus perundungan terhadap warga Asia semakin marak di AS. Kasus pelecehan dan kekerasan itu tidak hanya terjadi di fasilitas umum, angkutan umum dan lainnya, tetapi juga di kawasan berpenghuni mayoritas Asia, seperti yang dialami sejumlah warga Indonesia di South Philadelphia. Para korban bukan hanya warga Kristen, tetapi juga warga Muslim (DP)

.

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

5 days ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

2 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago