Asmadi, anggota Satpol PP yang sempat baku hantam dengan Habib Umar Assegaf di cek point PSBB exit tol Satelit Surabaya, mendatangi Habib Umar untuk meminta maaf, Jumat malam 22 Mei 2020.
Pada pertemuan tersebut, Asmadi meminta maaf sambil mencium tangan pengasuh Majelis Roudhotus Salaf Bangil itu. “Pak Habib dan seluruh keluarga, wabil khusus jamaah pengajian Majelis Roudhotus Salaf di mana pun berada, saya selaku pribadi maupun institusi, mohon maaf. Saya menyadari selaku manusia biasa, saya penuh khilaf,” ucap Asmadi dalam video yang dibagikan Abubakar Assegaf, akhir pekan lalu.
Asmadi sempat curhat lantaran belum pernah bertemu dengan orang tuanya sejak virus Corona atau Covid-19 mewabah. Padahal, rumahnya hanya berjarak sekitar 4 km dari rumah orang tuanya.
“Saya hanya 4 kilometer dari orang tua saya dan saya belum pernah ketemu sampai sekarang, karena adek-adek saya melarang untuk ketemu dengan abah saya karena sudah rentan, umurnya 86 tahun,” ucap Asmadi.
Hal itulah yang membuat Asmadi terbebani sehingga tak bisa mengontrol emosi saat bertemu dengan Habib Umar Assegaf yang melanggar PSBB. “Saya ini jarang pulang, selalu stand by di sana karena saya selaku perwira pengendali di exit tol Satelit itu yang memang penuh dengan pelayanan dengan masyarakat,” katanya.
Ia menyebut bahwa misi Kota Surabaya adalah melindungi warga, termasuk juga melindungi masyarakat yang akan berkunjung ke Surabaya. “Saya mohon habib dan keluarga, termasuk juga Habib Umar bin Abdullah Assegaf, termasuk jamaah-jamaah beliau di majelis taqlim Roudhotus Salaf Bangil bisa memaafkan saya, karena kita manusia tempatnya khilaf dan dosa,” tandas Asmadi. (dikutip dari teropongsenayan.com)
Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…
Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…
Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…
Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…
Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…