Usai Demo Empat Warga Amerika Latin Ditangkap dan Menunggu Dideportasi

Empat warga negara asing ditangkap dan kini siap dideportasi, setelah tertangkap melakukan aksi demo ”Black Lives Matter” di Phoenix, Arizona, Sabtu dua pekan lalu.

Laman AZmirror mengabarkan, keempat warga Amerika Latin itu, bernama Máxima Guerrero, Roberto Cortes, Johan Montes Cuevas, dan Jesus Manuel Orona Prieto. Mereka ditangkap jajaran Kepolisian Phoenix, Arizona pada Sabtu dua pekan lalu, dan ditempatkan di tahanan Maricopa County Jail, kemudian dikirim ke tahanan imigrasi ICE, Immigration and Customs Enforcement setempat.

Maxima, Cortes dan Cuevas dilepaskan di waktu berbeda pada hari Senin pekan lalu. Mereka dilepaskan untuk sementara karena memiliki ijin bekerja sementara, namun diminta melapor diri dan ada kemungkinan dideportasi berdasar the Deferred Action for Childhood Arrivals, yang dikeluarkan Pemerintahan Obama tahun 2012.

Sebagai koordinator komunitas imigran pengusaha Mexico, Maxima Guerrero ikut ”Melakukan aksi demo mendukung gerakan BLM,” tulis pernyataan resmi Puente Human Rights Movement. Kelompok ini adalah organisasi migran tempatnya bekerja. ”Waktu itu, Guerrero telah meninggalkan lokasi demo, tapi tiba-tiba ia dihentikan polisi saat mengemudikan mobilnya menuju pulang ke rumah,” Daizy Zambrano, tunangannya.

Lain lagi cerita yang dialami Orona Prieto. Lelaki bertubuh gempal itu tidak ikut dalam aksi protes tersebut. Orona ditangkap usai kembali dari restoran, makan malam bersama teman-temannya. ”Dia ditangkap dan digiring ke kantor polisi, karena warna kulitnya yang cokelat,” tutur Ray Ybarra Maldonado, pengacaranya.

 

Keempat korban penangkapan itu, kini menunggu pengadilan imigrasi digelar. Mereka diberi gelang elektronik dan diminta melapor ke pengadilan sebelum kasusnya digelar. ”Ini baru awalnya saja. Begitu petugas ICE menangkap anda, maka sulit rasanya melepaskan diri lagi. Mereka akan terus memburu sampai anda dideportasi,” tutur pengacara Ray Ybarra Maldonado. (DP)

.

Recent Posts

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 days ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

5 days ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

2 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

3 weeks ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago