Presiden Trump dan Melania Hadiri Pesta Kembang Api di Rushmore National Memorial

Presiden Donald Trump dan Melania Trump akan menyaksikan pesta kembang api di Mount Rushmore National Memorial, South Dakota, Jumat 3 Juli 2020. Pesta kembang api menyambut Hari Kemerdekaan AS ke-244 itu, menurut situs TMZ, menghabiskan dana hampir $ 600 ribu atau sekitar Rp 8,4 miliar.

Pengeluaran sebanyak itu, antara lain digunakan untuk membayar Ero Resources Corporation, perusahaan konsultan lingkungan sebesar $ 138 ribu. Selain itu untuk membayar perusahaan konsultan soal ijin dan lainnya enilai $ $ 30 ribu dan perusahaan keamanan lain sebesar $ 33 ribu.

Bahkan konsultan Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional juga kebagian $ 30 ribu, dan pembuatan toilet sebesar $ 3.500. Juga, tentu saja untuk membayar perusahaan kembang api Pyro Spectaculars, yang dipercaya menggelar pesta kembang api, senilai $ 350 ribu. Belum lagi membiayai sejumlah pesawat terbang yang terbang di angkasa.

Perayaan 3 Juli itu merupakan acara pertama yang digelar di South Dakota. Sejak 2009 taman nasional itu ditutup karena isu-isu lingkungan.

Taman Nasional Mount Rushmore berisi empat wajah presiden AS yang ditatah di Bukit Black Hills, Keystone, South Dakota. Pematung Gutzon Borglum mengukir wajah empat presiden AS di bukit itu mulai tahun 1927 hingga 1941. Keempat wajah pemimpin AS itu adalah Presiden George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Rossevelt dan Abraham Lincoln. Masing-masing memiliki ketinggian 18 meter.

Di tengah ramainya Gerakan Black Lives Matter, bintang film Whoopi Goldberg mengusulkan agar satu patung ditambah di Bukit Black Hills. ”Mungkin wajah seorang penduduk asli Benua Amerika,” katanya. Suku bangsa Indian maksudnya. Selain itu, sekelompok warga Indian dijadualkan akan menggelar protes di depan Taman Nasional Mount Rushmore. (DP)

.

Recent Posts

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

13 hours ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

4 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago