Rumah Hantu Paling Ngeri di Dunia Ada di Tennessee, AS

Rumah hantu paling menyeramkan di AS ternyata terletak di Summertown, Tennessee. Begitu menakutkan sehingga tiap pengunjung harus mengisi 40 halaman pernyataan untuk tidak menuntut apapun apabila mati ketakutan atau sakit jantung.

Setiap pengunjung yang akan masuk diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan. Usia minimal pengunjung 21 tahun. Juga mengantungi surat pernyataan sehat dari dokter, punya asuransi kesehatan, dan lolos dari tes pengaruh obat-obatan, saat memasuki rumah hantu.

Meski begitu, peminat bukannya berkurang, malah kini jumlah yang antre mencapai 24 ribu orang. Maklum, setiap pengunjung wajib berada di dalam rumah menakutkan itu selama 8 jam. Dan bila berhasil mereka diberi imbalan $ 20 ribu atau Rp 300 juta. ”Tidak ada yang tahan dan berhasil lolos,” tutur Russ McKamey, pendiri sekaligus pemilik rumah hantu itu.

Rumah hantu bernama ”McKamey Manor” itu, dibuka setiap tahun pada Halloween Day tanggal 31 Oktober. Dibangun beberapa tahun lalu dan menghabiskan dana sekitar $ 500 ribu atau Rp 7 miliar.

David Farrier, wartawan New Zealand yang mendokumentasikan rumah hantu itu untuk Netflix menuturkan, ia hanya tahan separuh jalan. ”Jujur saja, rasanya seperti mengalami kengerian di film ”Saw” dan ”The Hills Have Eyes” katanya. David menuturkan, saat ia duduk di sofa makan Flaming Hot Cheetos yang pedas, sambil menunggu siapa yang sanggup meneriakkan kata ”Pisang”. Kata itulah yang digunakan untuk menyelamatkan dirinya.

Halloween Day dirayakan di sejumlah negara menjelang Hari Memperingati sanak keluarga atau kenalan yang meninggal dunia. Termasuk para orang-orang suci atau Santo (atau diwebut hallows) atau bagi mereka yang meninggalkan dunia. (DP)

.

View Comments

  • I don't think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

  • I don't think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago