Categories: BusinessMedia

Wartawan Foto India T. Kumar Bunuh Diri Karena Tak Digaji 5 Tahun

Seorang wartawan foto India bernama T. Kumar ditemukan tewas bunuh diri karena tak menerima gaji selama lima tahun. Fotografer berusia 56 tahun itu ditemukan terduduk di meja kerjanya di Kantor Berita United News India, UNI oleh para koleganya, Senin 14 Februari 2022.

Majalah Independent melaporkan, para rekan kerja korban menyatakan bahwa Kumar memang dililit krisis keuangan akibat tidak menerima gaji secara teratur. Tapi, pemimpin redaksi UNI membantah hal itu seraya menyatakan, ”Polisi tengah menyelidiki kasus tragis ini,” ujar Ajay Kumar Kaul, pemimpin redaksi kantor berita berbahasa Tamil itu.

Menurut harian Independent, T. Kumar ditemukan mengakhiri hidupya di ruang pertemuan Kantor Pusat UNI di Kota Chennai. Fotografer itu mengakhiri hidupnya karena tidak mampu menyediakan dana bagi putrinya yang hendak bertunangan.

Ajay Kumar Kaul menambahkan, sejauh ini tidak ditemukan catatan bunuh diri oleh korban. Namun, ”Ada kemungkinan kematiannya disebabkan karena langkah ekstrim akibat menderita stres keuangan atau sudah lama tak menerima gaji seperti yang diberitakan media massa lain,” kata Ajay Kumar Kaul.

Wartawan senior Vishwaa Viswanaath yang pertama kali menemukan tubuh korban mengungkapkan bahwa T. Kumar memulai karirnya sebagai staf biasa di kantor UNI pada usia muda.

Fotografer T. Kumar (koleksi UNI)

”Berkat pengetahuannya dan kerja kerasnya, ia menjadi Kepala Biro UNI divisi Tamil Nadu,” kata Vishwaa Viswanaath. ”Namun sangat disayangkan, ”Wartawam Foto andalan itu belum menerima gaji sejak 60 bulan lalu, entah kenapa. Padahal wartawan lain masih tetap menerima gaji, walau tidak secara kontinyu,” tambah Vishwaa.

Sebelumnya T. Kumar telah diberi bantuan dana dari kantornya untuk membantu istrinya yang dirawat di rumah sakit. Kantornya juga telah memberikan dana sebesar $ 334.2 (atau sekitar Rp 447 ribu) tapi tetap belum cukup. Bahkan UNI konon telah memberi tambahan hampir Rp 5 juta. Namun semuanya dibantah oleh Kaul, salah satu rekan kerjanya di UNI. ”Bohong semua itu. Korban tidak pernah minta uang untuk membiayai pesta pertunangan putrinya,” katanya.

 

 

 

Portal online The News Minute, TNM yang mengutip salah satu karyawan UNI mengungkapkan, banyak karyawan kantor berita itu yang dibayar dua bulan sekali, atau cuma dibayar tujuh bulan setahun,” bunyi laporan TNM. ”Banyak karyawan yang diberhentikan, sehingga banyak Dana Karyawan yang belum dibayarkan sampai detik ini,” ujar sumber TNM tersebut. (DP)

 

.

View Comments

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago