Pagar Pembatas Akan Diuji Coba di Kereta Bawah Tanah New York

Stasiun bawah tanah New York akan dilengkapi dengan ‘’pagar tembus pandang’’ yang membatasi anjungan penumpang dengan rangkaian kereta.

Pihak pengelola Metropolitan Transportation Authority, MTA,  akhirnya bersedia mendirikan pembatas itu. Sebagai langkah uji coba, pembatas itu akan dibangun di tiga lokasi stasiun bawah tanah. Yakni di jalur No 7, Time Square Station; Di jalur E di Sutphin Boulevard-Archer Avenue-JFK Airport Station di Queens, serta jalur L di Manhattan, New York.

Pembangunan pembatas bernilai total $ 100 juta itu, diharapkan akan selesai tahun 2024 nanti. ‘’Asumsinya kita dapat menyelesaikan masalah keuangan dan teknis lainnya,’’ kata Janno Lieber CEO MTA dalam konperensi persnya Jumat 25 Februari 2022.

Laporan MTA tahun 2019 menyebutkan, pembangunan pagar pembatas itu hanya bisa dilakukan di 128 stasiun kereta, dari 472 stasiun bawah tanah di New York. Alasannya, pembangunan pembatas itu bakal menghabiskan dana sampai $ 7 miliar. Selain itu, proses pembangunannya juga tidak mudah karena bentuk stasiun yang berkelok-kelok, atau tidak mungkin diberi pagar pembatas.

Pada tahun 2018 misalnya, pembangunan pagar seperti itu terpaksa dibatalkan di jalur L, Third Avenue. Selain karena mahal juga sulit diterapkan. Akhirnya, anggaran di stasiun kereta bawah tanah itu dialihkan untuk membangun elevator. Tentu saja hal itu tidak mengurangi kasus kriminal mendorong orang ke tengah jalur kereta. Kejahatan itu tetap saja terjadi. 

Lihat saja datanya: Tahun 2021 tercatat 1.267 kasus pendorongan atau gangguan kriminal sejenis itu. Atau meningkat 19 persen dibanding tahun 2019. Jumlah korban mencapai 200 kasus orang karena terlindas kereta dan 68 di antaranya tewas.

Jumlah tersangka pelakunya juga naik 25 persen dari tahun 2019. Kasus terakhir tahun ini dipicu oleh tewasnya Michelle Alyssa Go, yang didorong oleh tersangka Simon Martial, saat menunggu kereta di Stasiun Times Square pukul 9.40 pagi, 15 Januari 2022. Simon Martial, penganggur berusia 61 tahun diduga menderita kelainan jiwa.

Setelah peristiwa tragis itu, Walikota New York Eric Adams bertekad membenahi jaringan kereta bawah tanah MTA. Termasuk membersihkan gelandangan dari stasiun bawah tanah dan, mendirikan pagar pembatas antara anjungan ruang tunggu dengan rangkaian kereta bawah tanah. (DP)

 

.

View Comments

  • Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 week ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

4 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago