NYPD Tambah Personil; Ada Pembunuh Gelandangan, Penjarah Toko Asia dan Penyedot Bensin

Kepolisian New York, NYPD menurunkan unit anti-kriminalitas Senin 14 Maret 2022 ke kawasan rawan, untuk mengurangi angka kejahatan yang makin meningkat. 

Korban penembakan naik hingga 215 kasus sejak awal tahun 2022 dibandingkan dengan 181 kasus tahun lalu. Sementara kasus penyerangan dan kekerasan meningkat 3824 tahun 2022 dibandingkan 3210 tahun lalu. Bahkan angka kejahatan di kawasan kereta bawah terhitung 17 kali dibandingkan 6 kasus tahun lalu.

‘’Ada kasus pemukulan dengan palu dua kali, lalu kasus penusukan serta penganiayaan menggunakan senjata tajam makin meningkat. Kita tak bisa tinggal diam,’’ tutur Joe Giacalone, profesor criminal justice di John Jay College, dan mantan detektif NYPD.

Kepala kepolisian New York Keechant Sewell merasa prihatin dengan kondisi kota dewasa ini. ‘’Kita meninjau kembali kesalahan masa lampau dan akan kita ubah. Para petugas keamanan telah dilatih untuk berinteraksi dengan komunitas dan tindak pencegahan lain,’’ kata Sewell pejabat bar Kapolda New York. ‘’Anggota kepolisian ditambah jumlahnya, sehingga kami yakin mampu mengurangi gelombang kriminalitas dewasa ini,’’ lanjut Sewell.

Sementara itu di Philadelphia, Pennsylvania, terjadi aksi penjarahan di sejumlah pasar swalayan milik warga Asia di Philadelphia dan Montgomery County, Pennsylvania. Satu toko penjual makanan Asia dijarah, sedang lainnya, para perampok menjarah mesin penjual karcis loterei sehingga menderita kerugian hingga $ 21 ribu. 

Kedua kasus itu terjadi pada pagi hari, saat toko masih tutup. Satu di antaranya menimpa H Mart, di Front Street, Front Street Deli di Front Street dan Cottman Mart di Cottman Ave, Philadelphia. Semua tersangka pelakunya berkulit hitam. ‘’Mereka tahu bahwa toko-toko itu milik warga Asia, tutur salah satu saksi. ‘’Tampaknya mereka menyasar ke warga Asia karena tak mampu menggunakan bahasa Inggris,’’ tambahnya.

Lain lagi yang terjadi di New York dan Washington DC. Seorang pembunuh menembak dengan sasaran para gelandangan yang tidur di pinggir jalan. Kasus penembakan memakan 2 korban di New York dan Washington DC. Satu orang tewas ditembak di New York demikian juga satu orang tewas di Washington DC.

Meningkatnya harga bahan bakar minyak yang kini harganya merambat sampai $ 5.00 lebih per galon di beberapa kota besar AS, menyebabkan para pelaku kejahatan menyasar ke mobil-mobil penduduk. Mereka mengebor tangki bensin dari bagian bawah dan menguras isinya. Bahkan mereka tak segan-segan menyedot langsung dari lubang tempat mengisi bensin. Welcome to The Wild Wild West (DP).

 

.

View Comments

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

1 week ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

2 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago