Ada Cerita Tapol Lubang Buaya di Buku ”Tuhan Menangis, Terluka” Martin Aleida

Peluncuran dan Diskusi Buku ”Tuhan Menangis, Terluka” karya Martin Aleida, berlangsung sukses. Tak kurang dari 60 orang hadir dalam diskusi yang berlangsung di Beranda Rakyat Garuda, Jumat 13, Januari 2023 lalu.

Acara diskusi yang digelar secara daring, dipandu oleh Eka Budianta dengan menampilkan sejumlah pembicara: Asvi Warman Adam, Berto Tukan, Dewi Kharisma Michella dan Chris Wibisana.Termasuk Martin Aleida, yang menjelaskan tentang proses penulisan buku.

Buku berjudul ‘‘Tuhan Menangis, Terluka” adalah kompendium kisah-kisah kejahatan terhadap kemanusiaan yang berlangsung 1965 hingga 1966. “Saya tidak banyak mengutip cerita-cerita di Pulau Buru, Pramoedia Ananta Toer juga tidak saya kutip,” tutur Martin Aleida, penulis buku itu. Tapi, menurutnya, ada satu yang menarik dikutipnya. ”Dia adalah seorang tahanan politik yang menulis memoar, dan dia ikut dalam latihan di Lubang Buaya,” sambung Martin menambahkan.

Pada hari Jumat 20 Januari 2023, empat buah buku ‘’Tuhan Menangis, Terluka’’ diserahkan Lia Sundah Suntoso ke Yale University untuk didokumentasikan. Buku itu diterima oleh Brent Bianchi, Pustakawan South & Southeast Asian Studies. ‘’Sejak dua tabun lalu, kami sulit menemukan buku karya Martin Aleida,’’ kata Brent Bianchi seperti dituturkan Lia.

Lia Sundah Suntoso & Brent Bianchi, saat penyerahan buku di Yale University, Woodbridge Hall, New Haven, Connecticut, USA. (Foto: James F. Sundah)

Lagipula, ‘’Yale University memiliki Council on Southeast Asia Studies,’’ sambung Lia, pengacara imigrasi di New York, yang memesan buku itu sejak awal 2022 silam. Upaya itu, dihargai Martin Aleida. ‘’Beribu terima kasih untuk upaya dan kebaikan hatimu,’’ tulis Martin Aleida di akun Facebooknya. 

Mari kita simak bersama video peluncuran ”Tuhan Menangis, Terluka” yang didukung Somalaing Art Studio, Beranda Rakyat Garuda dan Perhimpunan IPT 1965. (DP)

.

View Comments

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 days ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

1 week ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago