Ya, harga telur ayam meningkat di AS, sejak beberapa bulan belakangan ini. Satu lusin telur yang tadinya sekitar $ 3.00 kini naik menjadi $ 6.00 atau sebutir setara dengan Rp 7.500. Bahkan di California selusin telur bisa mencapai $ 9.79 atau sekitar Rp 150.000 atau Rp 10 ribu sebutir.
Meroketnya harga telur tak terlepas dari kebutuhan penduduk AS. Setiap warga membutuhkan 300 butir telur per tahun. Dan belakangan ini semakin meningkat setelah Natal dan Tahun Baru 2023 silam. ‘’Kebutuhan setiap penduduk melebihi kemampuan bertelur seekor ayam selama setahun,’’ tulis harian The Los Angeles Times.
Krisis telur juga dialami Nani Suryani. Produser Lapis Legit di Philadelphia ini mengungkapkan ‘’Harga 18 telur ayam sampai setinggi $ 13.00 (hampir Rp 200 ribu) padahal sebelumnya cuma sekitar $ 6.00. Naik hampir dua kali lipat,’’ katanya kepada indonesianlantern.com.
Nani yang mulai bisnis kue sejak 2013, menjelaskan kue Lapis Surabaya buatannya, memerlukan hingga 60 telur, bahkan sampai 90 telur ayam untuk ukuran satu loyang, sehingga Nani harus mengeluarkan biaya sampai hampir Rp 1 juta. Cukup tinggi.
Kondisi itu semakin parah karena ayam petelur terserang flu ‘’Avian’’. Data Departemen Pertanian AS, USDA menyebutkan hampir 58 juta ayam petelur terinfeksi flu itu sejak Januari 6, 2023. Mereka yang terinfeksi terpaksa dimusnahkan sehingga pasokan telur anjlok dan harga membubung tinggi. Sehingga kebutuhan telur tidak dapat dipenuhi oleh 320 juta ayam petelur. Menurut catatan, akibat penyakit Flu Burung tahun lalu, tercatat 70 juta ayam petelur dan Kalkun musnah.
Para pengusaha pengecer makanan juga telah berusaha membatasi satu pelanggan satu boks telur isi 12 butir telur. ‘’Kebutuhan telur ayam makin memprihatinkan sejak Covid-19,’’ tutur Nate Rose, jurubicara California Grocers Association.
Meski begitu, pemerintah AS menjamin harga telur akan normal kembali dalam beberapa hari ke depan. Para peternak ayam petelur berjanji pasokan telur akan dipenuhi di beberapa negara bagian. Janji itu mungkin baru terasa dalam beberapa bulan ke depan. (DP)
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…