Air Minum di Philadelphia & Sekitarnya Dinyatakan Aman Dikonsumsi Kembali

Air minum di Philadelphia dinyatakan aman sepenuhnya. Hal itu diumumkan lewat sejumlah edaran dan penyebaran lewat media sosial oleh Perusahaan Air Minum Philadelphia, PWD. ‘’Aman untuk diminum maupun digunakan untuk keperluan lain,’’ begitu antara lain bunyi edaran PWD Selasa 28 Maret 2023.

Kesimpulan itu diumumkan setelah beberapa badan pemeritah melakukan 100 pengujian air minum dari berbagai tempat. Antara lain oleh PWD, sejumlah perusahaan air minum lokal, US Guard, Pennsylvania Department of Environmental Protection dan US Environmental Protection Agency. ‘’Dari sampel itu tidak ditemukan kandungan bahan kimia di dalam air Sungai Delaware,’’ tulis PWD atau Philadelphia Water Department. Singkatnya, mulai hari ini, warga Philadelphia bisa mengkonsumsi air keran tanpa khawatir terjadi pencemaran bahan kimia.

Krisis air minum yang berlangsung Jumat pekan lalu, membuat warga Philadelphia panik. Hampir semua penduduk Philadelphia dan sekitarnya, memborong air minum botol di pasar-pasar swalayan. Bahkan Ayu Indayati dan putrinya yang tinggal di S. 8th Street menampung air di kamar mandi, karena khawatir krisis air berkepanjangan. ‘’Nggak bisa ngapa-ngapain kita,’’ katanya.

Para pengusaha makanan Indonesia di Philadelphia juga panik. ‘’Selama dua hari kami harus membeli air botol untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan dan minuman kami,’’ tutur Alfitri Ho, pemilik D’Jakarta Cafe. Rasa khawatir yang sama juga diungkapkan Iwan Santoso. Pemilik toko makanan Indonesia Pendawa ini was-was bila krisis air berkepanjangan. ‘’Bilamana air minum dinyatakan tidak layak dikonsumsi, itu yang membuat kami kerepotan,’’ tutur Iwan.

Iwan & Yulia Santoso (Foto: Koleksi pribadi)

Sementara Mohtar Siddarta punya cerita lain lagi. Warga Diaspora Indonesia yang tinggal di kawasan Bristol ini menjelaskan bahwa lokasi rumahnya dekat dengan pabrik kimia Trinseo yang menjadi penyebab utama pencemaran air Sungai Delaware. ‘’Dekat rumah saya dan dekat pusat kota Bristol,’’ tuturnya.

Meski belum ada peringatan dari Aqua Pennsylvania, perusahaan air minum Bristol, tapi penduduk setempat sudah memborong air minum botol, sehingga persediaan pun habis. ‘’Saya terpaksa beli air minum di Wawa (pompa bensin dan toko makanan). Harganya dua kali lipat dari harga pasaran,’’ kata Mohtar Siddarta.

Seperti diketahui krisis air minum dimulai Jumat pekan lalu. Perusahaan Air Minum Philadelphia menutup saluran air minum Baxter di Sungai Delaware, setelah 8 ribu galon cairan kimia Latex tumpah ke sungai kecil di Wilayah Bristol. Saluran air itu dibuka kembali sekitar pukul 12.15 hingga 5 pagi untuk menjaga debit air. ‘’Untuk mencegah kerusakan peralatan di sana dan menjaga asupan kebutuhan air,’ lanjut Mike Carroll, Deputy Managing Kantor Transportasi dan Infrastruktur setempat.

Tumpahan bahan kimia berasal dari Pabrik Kimia Trinseo di Bristol itulah yang memproduksi bahan Latex. Sekitar 12 ribu galon, atau lebih dari 30 ribu liter cairan berbahaya itu meluap ke Sungai Delaware yang menjadi sumber utama air minum Philadelphia.

Perusahaan Trinseo menilai tumpahan itu tidak berbahaya. ‘’Seperti bahan akrilik dalam cat di dinding rumah anda. Cairan seperti air dan tidak berbahaya,’’ kata Tim Thomas Senior Vice President Trinseo menjamin keamanan kepada Stasiun Televisi 6 ABC. Sementara itu, penduduk Bristol Borough, Bristol Township dan Bensalem Township diminta menghubungi perusahaan air setempat untuk pertanyaan selanjutnya. ‘’Sejauh ini tidak ada keluhan dari penduduk setempat,’’ tutur Mike Carroll. (DP)

 

 

.

View Comments

Recent Posts

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

3 days ago

News Reimagined: The Creator Journalism Summit

Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…

1 week ago

AAPI Heritage Month Gala

On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…

1 week ago

1PHL Startup Summit: Philly’s up and coming tech startups network

On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…

1 week ago

Nonton World Cup di Philly? Pulangnya Gratis Naik SEPTA

Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…

2 weeks ago

Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada…

2 weeks ago