Press "Enter" to skip to content

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti beroperasi mulai tahun 2028. Keputusan itu diambil Pemerintah Daerah New York berdasarkan pemungutan suara yang digelar parlemen setempat, dengan hasil 40 setuju melawan 7 suara yang menolak. Artinya, menurut laman New York Post, 200 orang pemilik dan karyawan kereta kencana itu harus menghentikan operasinya di lima kecamatan New York terhitung 1 Juni 2028.

Tentu saja muncul pro dan kontra dengan keputusan yang dirasakan terlalu mendesak itu. Terutama dari 200 operator dan kusir kuda yang ngotot bahwa industri kereta kencana itu telah menghibur hati jutaan turis yang menikmati pemandangan Times Square Garden sambil mendengarkan suara sepatu kuda ‘’tak tik tuk, tak tik tuk’’ selama lebih dari 150 tahun.

Suara pro-kontra semakin mencuat akibat sejumlah kecelakaan yang disebabkan oleh perilaku kuda yang tidak dapat diprediksi. Banyak kasus kuda yang tiba-tiba meloncat-loncat tak terkendali sehingga banyak penumpang yang terluka karena terpental dari kereta. Seperti yang dialami Romanch Mahajan.

Bocah berusia 18 tahun ini terpental ke luar dari kereta yang ditumpangi bersama keluarganya. Setelah dirawat di rumah sakit beberapa hari, Romanch meninggal dunia. Kasus serupa juga banyak terjadi selama beberapa tahun, dan mayoritas disebabkan oleh perangai kuda yang tiba-tiba beringas dan melempar para penumpang ke udara. Hal itulah yang menyebabkan Dewan Kota New York menyusun peraturan ketat yang dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa penumpang.

Walikota New York, Zohran Mamdani, yang membantu menyusun peraturan baru itu, menjadi sasaran para pengusaha dan kusir kuda yang merasa terancam penghasilannya. ‘’Sebelum jadi walikota, menurut mereka, Zohran dianggap berpihak dan mendukung pendemo saat terjadi aksi mogok selama 15 hari yang digelar persatuan pengusaha dan pengemudi taksi kuning. ‘’Dulu anda ikutan berdemo, tapi sekarang malah menentang aksi kami. Kenapa?’’ tanya Atakan Aktay, salah satu kusir Kereta Kencana asal India seperti dikutip situs berita MSN.  ‘’Bagi kami anda tak ubahnya seorang hipokrit dan melecehkan!’’ sambungnya.

Tak ada tanggapan langsung dari Walikota Zohran Mamdani, kecuali pernyataan resmi bahwa pihaknya akan menandatangani peraturan baru yang akan diberlakukan 1 Juni 2028.

Kini perhimpunan sekitar 150 pengusaha dan kusir kuda di New York, terdiri dari kusir, dan pemelihara dan pelatih kuda bertekad tidak menyerah. ‘’Kami tidak mau mundur,’’ ujar Onur Alintas kepada New York Times. Onur memperkirakan, jika perusahaannya tidak diizinkan beroperasi, maka besar kemungkinan ratusan atau puluhan kuda, terpaksa harus disembelih. Padahal  untuk memelihara empat kudanya ‘’Shadow, Trigger, Gix dan Starlight’’, Onur telah mengeluarkan dana lebih dari $ 300 ribu atau sekitar Rp 5,4 milyar. (DP)