Categories: Uncategorized

Siapa Fatma Samba Samoura, Sekjen Baru FIFA?

TEMPO.co — Nama lengkap perempuan itu adalah Fatma Samba Diouf Samoura, 52 tahun, asli dari Senegal. Sebelumnya, ia adalah Kepala Perwakilan Program Pengembangan Penduduk PBB di Nigeria. Banyak orang terkejut ketika namanya diumumkan Badan Dunia FIFA sebagai Sekretaris Jenderal FIFA, dan akan bertanggung jawab atas pekerjaan operasional setiap hari di FIFA.

Penunjukan Samoura diumumkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, Jumat, 13 Mei 2016, saat kongres pertamanya sejak FIFA melalui sejumlah langkah reformasi di tubuh badan dunia itu, guna menghindari skandal korupsi yang melibatkan 42 pejabat sepak bola dan entitas yang didakwa di Amerika Serikat. Dalam kongres itu juga diputuskan untuk menerima Kosovo dan Gibraltar sebagai anggotanya yang ke-210 dan ke-211. Mereka sebelumnya mengatakan, kedua negara itu dapat diizinkan mengikuti kompetisi kualifikasi Piala Dunia 2018.

Samoura, veteran dari PBB, tidak memiliki pengalaman apa pun di dunia olahraga. Tapi Infantino tetap berharap pengangkatannya akan membantu memulihkan kepercayaan dan kredibilitas dari masyarakat dunia setelah organisasi ini dilanda skandal korupsi, penyuapan, dan penyalahgunaan keuangan lainnya.

“Fatma Samoura punya kemampuan yang sudah terbukti dalam membangun dan memimpin tim, serta memperbaiki kinerja organisasi. Juga penting untuk FIFA, dia paham akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab,” kata Infantino, seperti diberitakan Soccerway.

Infantino juga menyebutkan Samoura tidak memiliki pengalaman administrasi sepak bola sebelumnya. Hal ini disengaja sebagai bagian dari tindakan untuk menjauhkan badan sepak bola dunia itu dari skandal korupsi. Samoura akan mulai menjabat pada pertengahan Juni mendatang setelah melewati sebuah pengecekan kelayakan dirinya, yang dilaksanakan oleh sebuah komite independen.

Ketika diumumkan, Samoura pun sudah menyatakan siap mengemban pekerjaan besar itu. “FIFA mengambil pendekatan yang segar untuk pekerjaan ini dan saya begitu bersemangat untuk memainkan peran dalam membuat pendekatan ini efektif dan bertahan selama mungkin,” ucapnya dalam pernyataan yang dirilis FIFA.

Samoura sebenarnya menggantikan pria Prancis, Jerome Valcke, yang dipecat pada Januari lalu dan telah dijatuhi skors 12 tahun atas pelanggaran-pelanggaran kode etik, termasuk penggunaan dana FIFA untuk kunjungan-kunjungan wisata dan perusakan bukti.

Samoura memulai kariernya di PBB dengan World Food Programme di Roma pada 1995 dan bertugas sebagai perwakilan negara atau direktur di enam negara FIFA.

IL

Recent Posts

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 week ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

3 weeks ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

4 weeks ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

1 month ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

2 months ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 months ago