Categories: Uncategorized

Khzir Khan, ayahanda tentara muslim AS yang tewas di Irak kecam Donald Trump

Khizr Khan, ayah dari tentara Muslim AS yang tewas di Irak, mengecam Donald Trump yang melarang warga Muslim masuk ke wilayah AS. Associated Press mengabarkan Jumat (29/7/2016), kecaman itu dilontarkan Khizr Khan dalam Konvensi Partai Demokrat. ‘’Kalau menuruti Trump, anak saya tidak akan menjadi warga Amerika dan mengabdi menjadi tentara AS,’’ kata Khizr Khan. Lelaki berusia 60 tahun kelahiran Pakistan itu juga tak lupa mengkritik tajam niat Donald Trump membangun tembok pembatas di perbatasan Mexico.

Khizr Khan yang kehilangan putranya, Kapten Humayun Khan akibat bom di Irak tahun 2004 itu, lantas mengeluarkan kopi Konstitusi AS dari sakunya dan menawarkan untuk meminjamkan pada Donald Trump. ‘’Coba lihat kata-kata ‘Liberty’ dan ‘persamaan hak dilindungi hukum’,’’ kata Khizr Khan sambil mengibas-ibaskan kertas di tangannya.

Khzir Khan yang hijrah ke AS sejak 1980 itu bertanya pada Trump: ‘’Apakah Anda pernah berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Arlington?,’’ tanya Khzir. ‘’Coba lihat makam para pemberani dan pahlawan AS yang tewas mempertahankan AS. Anda bisa melihat semua agama, gender dan etnik di sana. Sementara Anda sendiri tidak pernah berkorban apapun,’’ kata Khzir disambut tepuk tangan ribuan delegasi Partai Demokrat.
Seperti imigran lainnya, Khzir Khan hijrah ke AS tanpa beka apapun. ‘’Kami hanya memiliki keyakinan bahwa dengan bekerja keras, saya bisa membesarkan anak-anaku, di negara di mana mereka bisa bebas menentukan nasibnya dan mengejar mimpi mereka,’’ teriak Khzir Khan yang didampingi istrinya.
Khzir tak lupa mengimbau seluruh umat Muslim dan imigran serta patriot bangsa, tidak menganggap enteng pemilihan umum ini. ‘’Ayo berikan suaramu kepada orang yang mempersatukan bangsa ini. Bukan pemecah belah,’’ katanya. Yang dimaksud dengan pemecah belah tak lain Donald Trump yang dinilai mengompori warga AS untuk membenci Muslim dan imigran.
IL

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 days ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

1 week ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago