Categories: Uncategorized

Pembantu China di Minnesota disiksa dan dipaksa makan rambutnya sendiri

Lili Huang, seorang penduduk Woodbury, Minnesota ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena menyiksa pembantunya yang dibawa dari Tiongkok. Associated Press mengabarkan Kamis (28/7/2016), Lili Huang yang berusia 35 tahun itu, dikenai lima dakwaan. Termasuk melakukan perbudakan, penyekapan, penganiayaan dan penyelundupan manusia.

Korbannya adalah seorang perempuan berusia 58 tahun yang dibawa langsung dari Tiongkok dan dijadikan pramuwisma. Menurut dakwaan, perempuan yang tak disebut namanya itu, dipaksa bekerja selama 18 jam per hari, mulai dari mengasuh anak, memasak dan membersihkan rumah. ‘’Jika dihitung-hitung, perempuan malang itu hanya dibayar $ 1,80 per jam,’’ tutur polisi setempat.
Menurut dakwaan, perempuan berusia senja itu dilarang ke luar rumah. Kepada polisi, ia menuturkan, ia melarikan diri karena diancam hendak dibunuh Lili Huang, majikannya dengan pisau. Ia mencoba mencari bandar udara agar bisa pulang kembali ke Tiongkok. Perempuan malang itu ditemukan dalam kondisi kebingungan, berjalan sendirian di tepi jalan. Matanya lebam dan tubuhnya kurus karena kurang makan. ‘’Dari semula 54 kilogram menjadi 36 kilogram,’’ tutur seorang petugas polisi.
Empat petugas dan sejumlah petugas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kemudian menangkap Lili Huang, majikan berhati iblis itu, setelah menggeledah rumahnya. Di bawah kasur pembantunya, ditemukan sebuah kantong besar berisi rambut yang diduga dibetot dari kepala pembantunya. ‘’Saya sengaja menyembunyikannya karena majikan saya memaksa untuk memakan rambut saya sendiri,’’ ujar pembantu malang tadi.
IL

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

3 weeks ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 weeks ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

1 month ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

1 month ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

2 months ago