Categories: Uncategorized

Layanan pijat online ‘Go-Massage’ kebanjiran pemesan usai jam kerja

Warga ibu kota dengan aktivitas sehari-hari yang padat membuat jasa pijat onlineseperti GO-MASSAGE kebanjiran pemesanan setelah jam kerja usai. Dengan banyaknya permintaan tersebut, layanan dari GO-JEK tersebut akhirnya menambah durasi operasionalnya hingga hampir 24 jam.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2015, GO-MASSAGE beroperasi selama 16 jam. Kini waktu operasional tersebut diperpanjang mulai dari pukul 2.00 dini hari hingga pukul 24.00 WIB.

Dayu Dara Permata, Co-Founder dan Co-Head GO-LIFE mengatakan bahwa penambahan waktu operasional ini berdasarkan banyaknya permintaan dari pengguna. “Selama bulan Ramadan kemarin, banyak pengguna yang memesan layanan pijat sebelum sahur hingga selepas waktu berbuka puasa,” ujarnya melalui siaran pers yang Tech in Asia terima.

Selain penambahan waktu operasional, GO-MASSAGE juga menambahkan fitur waktu pemesanan Today dan Tomorrow. Dua hal ini, ditambahkan Dayu, sebagai upaya GO-MASSAGE menjadi penyedia layanan pijat online yang dapat memberikan yang terbaik bagi penggunanya.

Dayu menjabarkan bahwa hingga saat ini pengguna GO-MASSAGE sudah mencapai lebih dari 80.000 orang di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Sebagai perbandingan, aplikasi GO-JEK sendiri telah diunduh tiga juta kali di platform Android dan iOS.

Kemudian, terdapat sekitar 1.200 terapis tersedia bagi pengguna. Dayu lebih lanjut menerangkan bahwa layanan yang banyak dipilih dalam GO-MASSAGE adalah Full Body Massage dan Face Accupressure. Kebanyakan pengguna memesan selepas waktu bekerja, dengan mayoritas pemesanan tertinggi terjadi pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

“Penambahan waktu operasional GO-MASSAGE membuat pemesanan pijat di atas pukul 21.00 WIB signifikan bertambah,” ucap Dayu. Beberapa layanan pijat online memang masih didominasi oleh marketplace jasa on-demand, seperti Seekmi dan CariJasa. Sejauh ini, belum ada startup yang khusus memberikan layanan pijat saja kepada penggunanya.

IL

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago