Categories: Uncategorized

Pekan Film Indonesia karya IFF digelar di New York 8-9 Oktober 2016

Indonesian Film Forum (IFF) adalah sebuah forum masyarakat film Indonesia yang digawangi Mo Riza, Lut Kurniawan, Emilia Chandra Ortiz dan Amalia Suryani pada tahun 2016 dengan tujuan memperkenalkan Indonesia ke khalayak Amerika, khususnya New York, melalui film.

Sebagai proyek perdananya, IFF menyelenggarakan Pekan Film Indonesia New York dengan memutarkan film-film berbagai genre seperti drama, dokumenter, art house, hingga thriller yang diantaranya telah memenangkan penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Tema perdana kali ini menggarisbawahi semangat didirikannya IFF, “Sebuah Perkenalan pada Sinema Indonesia” dengan tajuk acara, “melahap sinema sembari mencicip kopi Indonesia”. Lima film feature dan empat film pendek menjadi menu acara dua hari ini selain penyajian kopi dari Indonesia.

Film Filosof Kopi (2015) karya Angga Dwimas Sasongko yang bercerita tentang pencarian jati diri dua sahabat melalui kopi menjadi pembuka Pekan Film Indonesia New York. Penutup hari pertama adalah sebuah film tentang dua pekerja yang saling mencinta yang tersandung sebuah kisah korupsi dalam A Copy of My Mind (2015) karya Joko Anwar.

Sementara di hari kedua akan dibuka dengan empat film pendek di mana dua di antaranya memenangkan penghargaan internasional: Maryam (2014) karya Sidi Saleh, film pendek terbaik di ajang Orrizonti 71 Mostra Internazionale d’Arte Cinematografca 2014 di Venice, dan Prenjak/In The Year of Monkey (2016) garapan Wregas Bhanuteja pemenang Leica Cine Discovery Prize– Best Short Film, 55th Semaine de La Critique pada Festival Film Cannes tahun ini.

Film-film yang diputar menggambarkan Indonesia dalam perspektif berbeda-beda dengan kondisi sosial, politik, juga latar belakang budaya dan ekonomi yang bervariasi yang membuat masyarakat di New York dapat mengenal dan melihat warna-warni Indonesia sesungguhnya. Ini adalah alasan utama IFF untuk membuat Pekan Film Indonesia New York sebagai acara tahunan sehingga sinema Indonesia terus hidup tak hanya di Indonesia, tapi juga dikenal di publik Amerika.

Pekan Film Indonesia New York diselenggarakan pada tanggal 8 dan 9 Oktober, mulai pukul 2 siang bertempat di Anthology Film Archive, 32 2nd Avenue, New York, 10003 dengan harga tiket $5 per film atau $10 per hari: https://www.eventbrite.com/e/indonesian- lm-week-new-york-2016-tickets- 27744224723

Kontak: Lut Kurniawan/ Emilia Chandra Ortiz Website: http://www.indonesian filmforum.nyc Email: filmforum@gmail.com. Facebook Page: https://www.facebook.com/IFFNY No Telepon: +1 (917) 773 – 8203

 

IL

Recent Posts

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

17 hours ago

News Reimagined: The Creator Journalism Summit

Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…

6 days ago

AAPI Heritage Month Gala

On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…

6 days ago

1PHL Startup Summit: Philly’s up and coming tech startups network

On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…

6 days ago

Nonton World Cup di Philly? Pulangnya Gratis Naik SEPTA

Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…

1 week ago

Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada…

2 weeks ago